Tampilkan postingan dengan label Akidah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akidah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 April 2017

Amalan ini Dapat Membuat Roh Terbang ke Arsy Jika Dilakukan Sebelum Tidur


Ilustrasi via pesugihan-ghoib

Tidur merupakan kematian kecil. Hendaknya seorang Muslim menganggapnya sebagai tadzkirah, pengingat. Agar kehidupannya semakin baik seiring berjalannya hari.


Terkait diri, bersiwaklah sebelum menuju tempat tidur. Selain sehat, siwak atau gosok gigi merupakan kunci kecemerlangan pikiran dan nurani.

Lanjutkan dengan berwudhu layaknya wudhu sebelum shalat. Agar tidur dalam kondisi bersih dan suci. Agar jika mati dalam kondisi tidur, kita menghadap kepada Zat Yang Mahasuci dalam keadaan suci.

ARTIKEL PILIHAN
- Proses Kematian yang Mengerikan Kulit Mencair Tubuh Hancur Hanya Menyisakan Tulang
- Bahkan Rasulullah saja Mengingatkan agar Lekaki tak Jadi Suami yang Menyebalkan

“Bacalah Ayat Kursi dan dua ayat terakhir surat al-Baqarah,” tulis Imam al-Ghazali dalam Bidayatul Hidayah bab adab tidur. Yang beliau maksud ialah surat al-Baqarah ayat 255, 285, dan 286.

Tiga ayat ini memiliki banyak keutamaan. Selain penjagaan diri dari godaan setan golongan jin dan manusia, istiqamah mengamalkan ayat ini juga menjadi jaminan bagi kelancaran dan keberkahan rezeki serta kehidupan secara umum.

Lanjut Imam al-Ghazali, “Kemudian bacalah surah al-Ikhlash, al-Falaq, an-Naas, dan al-Mulk.”

Surah al-Ikhlash merupakan sepertiga al-Qur’an. Sedangkan al-Falaq dan an-Naas merupakan al-Muawwidzatain. Gabungan ketiga surat ini sebelum tidur merupakan penjagaan yang utama dan bukti bagusnya tauhid seorang hamba.

“Menjelang tidur,” tutur Imam al-Ghazali melanjutkan, “teruslah berdzikir kepada Allah Ta’ala dan pertahankan untuk tetap berada dalam kondisi suci (menjaga wudhu).”

Jika kita melakukan seluruh amalan ini secara istiqamah sepanjang malam, tutur Imam al-Ghazali menjelaskan khasiat atau rahasianya, “Siapa yang mengamalkan hal itu, maka ia terbang melayang dengan Rabbnya menuju ‘Arsy. Ia dicatat sebagi orang yang diberi rahmat hingga terbangun dari tidurnya itu.”

Allah Ta’ala menyebutkan di dalam al-Qur’an, Dia menahan ruh seorang hamba saat tidur.

Siapa yang Dikehendaki oleh Allah Ta’ala untuk kembali hidup, ruhnya akan dikembalikan. Sedangkan ruh yang Dia tahan, maka orang itu akan mati.

Mudah-mudahan kita diberi kekuatan untuk melakukan ritual suci sebelum tidur ini. Agar menghadap Allah Ta’ala dalam kondisi terbaik. Aamiin.

Wallahu a’lam.

Merasa artikelnya bermanfaat dan menambah informasimu? Jangan ragu untuk SHARE ke teman-temanmu juga. Berbagi informasi bermanfaat bisa menambah amal baikmu juga lho.


Sumber : http://www.wajibbaca.com/2017/04/amalan-ini-dapat-membuat-roh-terbang-ke.html

Karena Dia Mematahkan Seluruh Anggapanku, "Aku Janda dan Siapa Penjamin Rezekiku?"


Untukmu yang sekarang telah menjalani hidup sendiri tanpa sang suami, mungkin saja ada perasaan takut akan bagaimana masa depanmu dan anak-anak yang telah ia tinggalkan. Namun ketahui satu hal, bahwa rezeki itu milik Allah SWT, dan hanya kepada-Nya lah semua itu kembali. Layaknya kisah berikut ini, dimana jika kamu tak menitikkan air mata ketika memahaminya, sungguhlah harus kamu ketahui bahwa memang tak ada yang tak mungkin di dunia ini jika Allah sudah berkehendak.

“Aku tidak mau jadi ibu rumah tangga saja. Kalau suami meninggal atau kita bercerai, gimana? Siapa yang kasih makan aku dan anak-anak? Istri itu harus mandiri finansial supaya bisa punya uang untuk jaga-jaga kalau ada apa-apa dengan suami.”

Seketika, kalimat itu buyar kala aku berhadapan dengan seorang wanita berusia 47 tahun yang datang ke rumahku untuk mengisi pengajian. Wanita bersahaja itu datang jauh-jauh, cukup jauh dari komplek perumahan tempat tinggal aku, untuk memberi pengajian secara gratis. Ingat, gratis lho…. tidak ada bayaran sepeserpun kecuali sajian makan siang yang aku berikan. Dia datang untuk menggantikan guru ngajiku yang berhalangan. Sambil menunggu teman-teman lain, akhirnya kami ngobrol-ngobrol.

“Coba tebak, anakku berapa, Bu?” tanyanya, ketika kami sedang ngobrol soal anak-anak.

“Ehm… empat?” pikir aku, paling-paling cuma selisih satu jawabku dalam hati.

“Masih jauh….”

“Tujuh….”

“Kurang… yang benar, delapan.”

Mata aku membelalak. Masya Allah! DELAPAN?

“Itu masih kurang, Bu. Ada Ustadzah lain yang anaknya 13. Jadi, aku ini belum ada apa-apanya,” katanya merendah.

Setelah itu, mengalirlah cerita-ceritanya mengenai anak-anaknya sampai teman-teman aku datang dan acara mengajipun dimulai.

Di sela pengajian, wanita itu bercerita mengenai keluarganya. Dari situ aku baru tahu kalau suaminya sudah meninggal dunia. Meninggal karena kecelakaan motor, meninggalkan istri dan delapan anak, yang terkecil berusia 2,5 tahun dan sang istri, ya wanita itu adalah seorang Ibu Rumah Tangga.

Ia tidak kerja kantoran, tapi juga bukan pengangguran. Beliau aktif mengisi pengajian. Lalu, bagaimana kehidupannya setelah suaminya meninggal? Sebab, beliau tidak punya gaji, atau tidak kerja kantoran. Lantas bagaimana ia memenuhi kebutuhan hidupnya? Apakah beliau hidup sengsara dengan anak-anaknya putus sekolah?

Ternyata tidak. Ketika aku menanyakan, bagaimana ia seorang single mother menghidupi kedelapan anaknya? Sebab, sebelumnya aku beranggapan bahwa seorang single mother mustahil mampu menghidupi dirinya dan kedelapan anaknya. Namun, jawaban beliau membuatku tersentak.

“Bagi Allah, tidak ada yang tidak mungkin, Bu. Asal kita percaya sama Allah. Allah yang kasih rezeki, kan? Percaya saja sama Allah. Aku cuma yakin bahwa semua yang aku dapatkan selama ini adalah karena kebaikan-kebaikanku dan suami semasa hidup. Aku cuma berbagi pengalaman ya, Bu, bukan mau riya. Memang, suamiku dulu itu orangnya pemurah. Kalau ada yang minta bantuan, dia akan kasih walaupun dia uangnya pas-pasan. Alhamdulillah, Allah kasih ganti. Sewaktu suami masih hidup, kami hidup sederhana. Rezeki suami itu dibagi ke orang-orang juga, padahal anak kami ada delapan. Suami tidak takut kekurangan,” tuturnya.

Sembari menahan nafas sebentar, ibu itu melanjutkan ceritanya kembali.

“Hingga suamiku meninggal dunia… uang duka yang kami dapatkan itu… Masya Allah… jumlahnya 100 juta. Padahal, suamiku itu biasa-biasa saja, bukan orang penting. Uang itu langsung dibuat biaya pemakaman, tabungan pendidikan anak, dan sisanya renovasi rumah yang mau ambruk,” lanjutnya.

Mendengar uang 100 juta dari uang duka saja, aku sudah cukup kagum dan takjub atas kebesaran Allah SWT.

“Saat renovasi rumah, aku serahkan saja ke tukangnya. Dia bilang, uangnya kurang. Aku lillahi ta’ala saja. Yang penting atap rumah tidak ambruk, karena memang kondisinya sudah memprihatinkan. Khawatirnya anak-anak ketimpa atap,” lanjutnya lagi.

Aku membayangkan, keajaiban apa lagi yang didapatkan oleh wanita itu?

“Tidak disangka. Begitu orang-orang tahu kalau aku sedang renovasi rumah, mereka menyumbang. Bukan ratusan ribu, tapi puluhan juta! Sampai terkumpul 100 juta lagi dan rumahku seperti bisa dilihat sekarang. Sampai hari ini, aku masih dapat transferan uang dari mana-mana, Ibu-Ibu. Aku tidak tahu dari siapa saja karena mereka tidak bilang. Aku juga sudah tidak pernah beli beras lagi sejak suami meninggal. Selalu ada yang menyumbangkan beras.”

Setelah mendengar cerita beliau, tak terasa air mataku pun meleleh haru sekaligus takjub. Lalu, secara otomatis mulutku bertanya, “apa rahasianya bu? Sehingga ibu bisa mendapatkan berkah dari Allah yang tak terhingga dan tak terduga seperti itu?”.

“Berbuat baik kepada siapa saja, sekecil apa pun. Insya Allah ada balasannya. Rezeki itu milik Allah. Kalau Allah berkehendak, Dia akan kasih dari mana pun asalnya,” tutupnya.

“Astagfirullah…memang benar rezeki itu milik Allah, siapa pun tidak boleh takabur. Bekerja bukanlah sarana menyombongkan diri bahwa hidup kita bakal terjamin karena bekerja. Yang menjamin hidup kita adalah Allah. Bekerja diniatkan untuk ibadah. Pembuka rezeki bisa datang dari mana saja, salah satunya dari berbuat kebaikan sekecil apa pun,”kataku dalam hati untuk menguatkan diri yang sempat sombong tak mempercayai akan kebesaran-Nya.

Jikalau sempat terlintas dan khawatir, “Kalau suami meninggal atau bercerai, siapa yang kasih makan aku dan anak-anak?” maka buang jauh-jauh pikiran itu. Sebab, hal itu sama saja dengan syirik atau menduakan Allah, karena kita mempercayai selain dari-Nya.

Jika dulu aku beranganggan diri kita super dengan bekerja, maka rezeki kita terjamin. Sebenarnya itu keliru. Sebab, ALLAH YANG KASIH REZEKI. Jika dulu Allah kasih rezeki melalui suami, maka besok Allah kasih lewat jalan lain. From Allah to Allah

Sumber : http://www.wajibbaca.com/2017/04/karena-dia-mematahkan-seluruh.html

Kamis, 09 Maret 2017

Sengsaranya Orang yang Menerima Kitab dari Sebelah Kiri di Akhirat

Seluruh manusia akan dikumpulkan kelak di padang Mahsyar setelah hari kiamat dan berbangkit. Setiap manusia akan dihisab dan timbang seluruh amalnya selama hidup di dunia. Setelah selesai penimbangan amal perbuatan, akhirnya kitab perbal amal akan diberikan dan diterimakan kepada masing-masing terdakwa yg bersangkutan, hal itu telah benar-benar dijelaskan di dalam Al Qur'an dengan tegasnya.

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin menerangkan, “Yang tampak dari perkataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, umat manusia akan mengambil/menerima kitab catatan amal mereka dengan tiga cara: dengan tangan kanan, dengan tangan kiri, dan dari balik punggung.”

Akan tetapi, yang tampak, ini adalah perbedaan sifat saja. Orang yang menerima kitab catatan amal dari balik punggungnya ialah orang yang menerima kitab catatan amalnya dengan tangan kirinya. Artinya, dia menerima dengan tangan kiri sembari menjulurkannya ke arah belakang punggungnya karena ia termasuk golongan kiri. Adapun ia mengambil kitab catatan amal itu balik punggungnya karena ketika di dunia, Kitabullah mendatanginya namun dia membalikkan punggungnya. Jadi, adalah adil baginya jika kitab catatan amal diletakkan di balik punggungnya pada hari kiamat. (Syarah Aqidah Wasithiyah, 2/150—151)

Adapun sengsara orang-orang yang menerima kitabnya dari sebelah kiri di jelaskan Allah Swt dalam Al-Qur'an.

Allah Swt Berfirman :
وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِشِمَالِهِ فَيَقُولُ يَا لَيْتَنِي لَمْ أُوتَ كِتَابِيَهْ .وَلَمْ أَدْرِ مَا حِسَابِيَهْ .يَا لَيْتَهَا كَانَتِ الْقَاضِيَةَ .مَا أَغْنَىٰ عَنِّي مَالِيَهْ ۜ .هَلَكَ .عَنِّي سُلْطَانِيَهْ .خُذُوهُ فَغُلُّوهُ .ثُمَّ الْجَحِيمَ صَلُّوهُ .ثُمَّ فِي سِلْسِلَةٍ ذَرْعُهَا سَبْعُونَ ذِرَاعًا فَاسْلُكُوهُ .إِنَّهُ كَانَ لَا يُؤْمِنُ بِاللَّهِ الْعَظِيمِ .وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ الْمِسْكِينِ .فَلَيْسَ لَهُ الْيَوْمَ هَاهُنَا حَمِيمٌ .وَلَا طَعَامٌ إِلَّا مِنْ غِسْلِينٍ .لَا يَأْكُلُهُ إِلَّا الْخَاطِئُونَ

"Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata: "Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini). Dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku. Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu. Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku. Telah hilang kekuasaanku daripadaku".
(Allah berfirman): "Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya. Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala. Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta. Sesungguhnya dia dahulu tidak beriman kepada Allah Yang Maha Besar. Dan juga dia tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin. Maka tiada seorang temanpun baginya pada hari ini di sini. Dan tiada (pula) makanan sedikitpun (baginya) kecuali dari darah dan nanah. Tidak ada yang memakannya kecuali orang-orang yang berdosa" (QS. Al-Haqooh : 25-37)

Dalam Tafsir Ibnu Katsir di Jelaskan :
Dan inilah berita tentang orang-orang yang sengsara, jika salah seorang diantara mereka diberi buku catatan amalnya dalam persidangan kelak dari sebelah kirinya, Pada saat itu yang ada hanyalah penyesalan yang tiada terhingga . Maka dia berkata "Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku ini, Dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku", Dia tidak dapat menerima kenyataan yg amat buruk terhadap dirinya.

Serta dia berkata :"Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu, Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku. Telah hilang kekuasaanku daripadaku", artinya dia berharap bahwa kematian adalah akhir segala-galanya dan tidak dimintai pertanggunganjawab. serta dia berkata bahwa harta dan kekuasaanya di dunia tidak bermanfaat sama sekali dan tidak dapat menghindarkan dirinya dari azab Allah Swt, serta tidak ada sesuatupun penolong terhadap dirinya.

Kemudian Allah Swt berfirman: "Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya. Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala, Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta", yaitu Allah memerintahkan Malaikat Zabaniyah untuk mengambilnya dan menyeretnya dengan kasar di padang Mashar, kemudian dibelenggulah tangan, serta dibelitkan rantai dilehernya, dimana panjang rantai tersebut sepanjang 70 hasta, Ibnu Abbas berkata yaitu ukuran hastanya Malaikat. untuk kemudian di seret, dan kemudian diceburkan kedalam Neraka Jahannam yang menyala-nyala.

"Sesungguhnya dia dahulu tidak beriman kepada Allah Yang Maha Besar. Dan juga dia tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin. Maka tiada seorang temanpun baginya pada hari ini di sini", yaitu dahulu dia tidak memenuhi hak Allah terhadap dirinya, berupa ketaatan dan Ibadah kepada-Nya, serta tidak memberikan manfaat kepada sesama makhluk dan tidak menunaikan Hak-hak mereka, yaitu hak berbuat baik dan memberi bantuan dan pertolongan dalam kebaikan dan ketakwaan.

"Maka tiada seorang temanpun baginya pada hari ini di sini. Dan tiada (pula) makanan sedikitpun (baginya) kecuali dari darah dan nanah. Tidak ada yang memakannya kecuali orang-orang yang berdosa", yaitu tidak ada satupun penolong baginya dari Azab Allah serta tidak ada seorang pemberi syafaat pun baginya.

Serta tidak ada Makanan lain kecuali dari darah dan nanah. Qatadah mengatakan, yaitu makanan yg paling buruk untuk para penghuni neraka, Ali bin Abi Thalhah mengatakan, yaitu nanah yang berasal dan keluar dari tubuh para penghuni neraka, itulah makanan untuk para orang-orang kafir dan pelaku dosa-dosa besar.
(Sumber Tafsir Ibnu Katsir Surat Al-Haqooh)

Rabu, 08 Maret 2017

Makanan Roh agar Selalu tetap Sehat

Roh atau ruh adalah unsur non-materi yang ada dalam jasad yang diciptakan Allah Swt sebagai penyebab adanya kehidupan. Roh atau ruh merupakan suatu hakikat yang tidak berada dalam koridor ruang-waktu dan tidak memiliki tipologi materi, maka ia tidak berada dalam cakupan indera lahiriah dan penglihatan kasat mata.

Roh seperti tubuh-juga dapat berada dalam berbagai keadaan. Imam Ali kw berkata, "Sesungguhnya tubuh mengalami enam keadaan; sehat, sakit, mati, hidup, tidur, dan bangun. Demikian pula roh. Hidupnya adalah ilmunya, matinya adalah kebodohannya., sakitnya adalah keraguannya, dan sehatnya adalah keyakinannya, tidurnya adalah kelalaiannya, dan bangunnya ialah penjagaannya." (BiharAl-Anwar 61:40)

Seperti tubuh, roh pun memerlukan makanan. Mulla Shadra tidak menyebutnya makanan. Ia menyebutnya rezeki. Ia berkata, 'Setiap yang hidup perlu rezeki, dan rezeki arwah adalah cahaya-cahaya ilahiah dan ilmu-ilmu rabbaniah.' (Mafatih AI-Ghaib 545)

Untuk meningkatkan kualitas roh, supaya ia sehat dan kuat, kita perlu memberikan kepadanya cahaya-cahaya ilahiah dalam bentuk zikir, doa, dan ibadat-ibadat lainnya seperti salat, puasa, dan haji. Pada Bulan Ramadhan, kita berusaha menerangi roh kita dengan berbagai makanan rohani. Kita mandikan roh kita dengan proses pensucian batin, seperti istighfar, mengendalikan hawa nafsu, dan menjauhi kemaksiatan. Karena itu Nabi saw bersabda,

'Bulan Ramadhan adalah bulan yang diwajibkan atas kamu puasanya dan disunnahkan bagimu bangun malamnya. Barangsiapa yang berpuasa dan melakukan salat malamnya dengan iman dan ikhlas, Tuhan akan mengampuni dosa-dosanya yang terdahulu." (Dalam riwayat lain) "la akan keluar dari dosa-dosanya seperti ketika ia keluar dari perut ibunya."

Kita menghidupkan roh dengan ilmu-ilmu rabbaniah. Inilah yang kita maksud dengan dimensi intelektual dari keberagamaan kita. Ada ilmu-ilmu yang membantu kita untuk memelihara kesehatan tubuh kita seperti ilmu gizi, kedokteran, ekologi, dan sebagainya. Di samping itu, ada ilmu-ilmu yang menolong kita untuk menyehatkan roh kita: ilmu-ilmu tentang Al-Quran dan Sunnah (syariat), ilmu-ilmu tentang cara mendekatkan diri kita kepada Allah (thariqat), dan ilmu-ilmu berkenaan dengan pengalaman rohaniah (haqiqat).

Seperti tubuh, roh yang tidak diperhatikan dan dipelihara, roh yang kekurangan makanan akan menjadi roh yang lemah, sakit-sakitan, dan akan dikuasai setan. Roh yang sakit tampak dalam gejala-gejala seperti kegelisahan, keresahan, kebingungan, hidup yang tidak bermakna, hidup tanpa tujuan, kosongan eksistensial. Pendeknya, roh yang sakit tampak dalam hidup yang tidak tentram. Al-Quran melukiskannya,

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَىٰ

“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit dan kami menghimpunkannya pada Hari Kiamat dalam keadaan buta." (QS. Thaha : 124)

فَمَنْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يَهْدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ ۖ وَمَنْ يُرِدْ أَنْ يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاءِ ۚ كَذَٰلِكَ يَجْعَلُ اللَّهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ

"Barangsiapa yang Allah menghendaki akan diberikan kepadanya petunjuk, niscaya dia melapangkan dadanya untuk Islam. Dan barangsiapa dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki ke langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.” (QS. Al-An'am : 125).

Demikianlah sahabat bacaan madani ulasan tentang makanan atau konsumsi roh agar selalu sehat. Mudah-mudahan kita selalu bisa memberikan makanan roh kita. Aamiin. oleh : Prof.Dr.KH. Jalaluddin Rakhmat

Selasa, 07 Maret 2017

4 Kali Rasulullah Saw Bolak Balek Memberi Syafa’at Kepada orang Mukmin

Syafaat berasal dari kata asy-syafa’ (ganda) yang merupakan lawan kata dari Al-witru (tunggal), yaitu menjadikan sesuatu yang tunggal menjadi ganda, seperti membagi satu menjadi dua, tiga menjadi empat, dan sebagainya. Ini pengertian secara bahasa.

Sedangkan secara istilah, syafaat berarti menjadi penengah bagi orang lain dengan memberikan manfaat kepadanya atau menolak mudharat, yakni pemberi syafaat itu memberikan manfaat kepada orang itu atau menolak mudharatnya.

Syafa’at yang dimaksud disini adalah syafa’at yang diberikan kepada Nabi Muhammad Saw dan merupakan syafaat terbesar yang terjadi pada hari Kiamat. Tatkala manusia dirundung kesedihan dan bencana yang tidak kuat mereka tahan, mereka meminta kepada orangorang tertentu yang diberi wewenang oleh Allah untuk memberi syafa’at. Mereka pergi kepada Nabi Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, dan Isa. Tetapi mereka semua tidak bisa memberikan syafaat hingga mereka datang kepada Nabi Saw, lalu beliau berdiri dan memintakan syafaat kepada Allah Swt, agar menyelamatkan hamba-hamba-Nya dari adzab yang besar ini. Allah Swt pun memenuhi permohonan itu dan menerima syafaatnya.

Dari Anas bin Malik ra. bahwasanya Rasulullah Saw. bersabda : "Orang-orang mu'min berkumpul pada hari Qiamat, mereka diberi ilham atau mereka sedih, dimana Sa'id ragu mereka berkata :

"Seandainya kita mohon syafa'at kepada Tuhan kita, hingga Dia melonggarkan kita ditempat kita ini".

Lalu mereka datang kepada Adam dan berkata : "Engkau Adam adalah bapak manusia. Allah telah menjadikanmu dengan tangan-Nya, Dia telah menyuruh Malaikat-Nya untuk sujud kepadamu, mohonkanlah syafa'at bagi kami disisi Tuhan agar melonggoarkan kami ditempat kami ini", 

Maka Adam menjawab : "Aku tidak menempati tempat itu -ia menyebutkan dan mengadukan kepada mereka akan dosanya yang telah dilakukannya, maka ia malu akan hal itu- akan tetapi datanglah kalian pada Nuh. Sesungguhnya ia permulaan Rasul yang dibangkitkan Allah kepada penduduk bumi". 

Lalu mereka datang kepadanya, maka Nuh menjawab : "Aku tidak menempati tempat itu". Dia menyebutkan permohonan kepada Tuhannya yang tidak ada ilmu baginya, ia malu akan hal itu -akan tetapi datanglah kalian kepada kekasih Tuhan, Ibrahim !".

Lalu mereka datang kepadanya, maka Ibrahim menjawab : "Aku tidak menempati tempat itu, akan tetapi datanglah kalian kepada Musa, hamba yang telah diajak bercakap-cakap oleh Allah, dan Allah memberikan Taurat kepadanya !".

Lalu mereka datang kepadanya, maka Musa menjawab : "Aku tidak menempati tempat itu ia menyebutkan bahwa ia membunuh jiwa yang tidak membunuh- akan tetapi datanglah kalian kepada Isa, hamba dan Rasul Allah, kalimah dan ruh Nya !",

lalu mereka datang kepadanya, maka 'Isa menjawab : "Aku tidak menempati tempat itu, akan tetapi datanglah kalian kepada Muhammad Saw hamba yang telah diampuni dosanya yang terdahulu dan yang terkemudian !".

Rasulullah saw. bersabda : "Mereka datang kepadaku, maka aku pergi, kemudian aku berjalan diantara dua barisan dari orang-orang mu'min, lalu aku minta izin kepada Tuhanku, maka Tuhan memberi izin kepadaku. Ketika aku melihatNya, aku sujud, lalu Tuhan meninggalkan aku sesuai dengan kehendak Allah untuk meninggalkan aku.”

Kemudian dikatakan : "Bangkitlah Muhammad, berkatalah akan didengar, mohonlah maka kamu akan diberi, dan mohonlah syafaat, maka akan diberi syafa'at !".

Maka aku memuji Nya dengan pujian yang telah di-ilhamkan Allah kepadaku untuk memuji Nya, kemudian aku mohon syafa'at, lalu Allah membatasinya kepadaku. Maka aku memasukkan mereka ke surga. Lalu aku kembali untuk yang kedua kalinya, maka ketika aku melihat Tuhanku aku sujud. Lalu Allah meninggalkan aku sesuai dengan kehendak Nya untuk meninggalkan aku. Kemudian dikatakan kepadaku :

"Bangkitlah Muhammad, berkatalah, akan di dengar, mohonlah maka kamu akan diberi, dan mohonlah syafa'at, maka akan diberi syafa'at !". Maka aku memuji Nya dengan pujian yang telah di-ilhamkan Allah kepadaku untuk memujiNya, kemudian aku mohon syafa'at, lalu Allah membatasinya kepadaku. Maka aku memasukkan mereka ke surga."

Kemudian aku kembali untuk yang ketiga kalinya. Ketika aku melihat Tuhanku, aku sujud, lalu Dia meninggalkan aku sesuai dengan kehendak Allah untuk meninggalkan aku. Kemudian dikatakan :

"Bangkitlah Muhammad, berkatalah akan didengar, mohonlah maka akan diberi dan mohonlah syafa'at akan diberi syafa'at !". Maka aku mengangkat kepala, lalu aku memuji Nya dengan pujian yang telah di-ilhamkanNya kepadaku. Kemudian aku mohon syafa'at lalu Tuhan membatasinya kepadaku, maka aku memasukkan mereka ke surga,”

Kemudian aku kembali untuk yang ke empat kalinya, lalu aku berkata : "Wahai Tuhan, yang masih tinggal hanyalah orang yang telah dicegah oleh Allah Al Qur'an". (Hadits ditakhrij oleh Ibnu Majah).

Demikianlah sahabat bacaan madani ulasan tentang syafa’at Nabi Saw di hari akhirat. Mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang mendapat syafaat Nabi Muhammad Saw. Aamiin.

Ketika Munkar Dan Nakir Menanyai orang Beriman dan yang Ingkar

Malaikat Munkar dan Nakir adalah dua diantara sepuluh Malaikat yang wajib diketahui dan diimani keberadaannya. Tugas keduanya mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada para mayat yang baru saja di kubur.

Menurut ajaran Islam, setelah kematian dari setiap jiwa akan menuju ke alam barzakh atau alam kubur, dimana si mayat akan dibolehkan kembali bangkit dan berbicara ketika ditanya oleh kedua-dua Malaikat Munkar dan Nakir, walaupun tubuhnya telah hancur. Pertanyaan akan dimulakan yakni selepas proses pengkebumian telah. Malaikat Munkar dan Nakir akan menanyakan beberapa pertanyaan kepada mayat.

Barra' bin Azib meriwayatkan bahawa Rasulullah SAW telah bersabda : "Ada dua malaikat yang akan menanya si mayat. Kedua-duanya akan menyiasat si mayat dengan terperinci. Inilah rintangan terakhir yang dihadapi oleh mayat".

Apabila si mayat dapat menjawab kesemua pertanyaan, maka terdengarlah seruan : "Benarlah engkau"

Selepas itu datanglah seorang yang cantik, wangi dan pakainnya indah dan berkata : "Gembiralah anda mendapat rahmat Allah Swt dan Syurga yang cukup menyenangkan". 

Kemudian mayat itu berkata : "Engkaupun beruntung mendapat nikmat daripada Allah Swt, siapakah engkau ?" 

Jawabnya : "Akulah amal solehmu. Demi Allah Swt sepengetahuanku, engakau sangat taat mengerjakan suruhan Allah dan menghindari perbuatan maksiat, maka Allah pun memberi ganjaran kepadamu"

Kemudian terdengarlah seruan : "Berilah dia pakaian daripada Syurga dan bukakan kepadanya pintu ke Syurga. Kemudian diberilah dia pakaian daripada Syurga dan dibukakan pintu-pintu Syurga"

Kemudian mayat itu berdoa : "Ya Allah, segeralah qiamat, semoga aku berjumpa dengan keluargaku dan mendapat hartaku"

Sedangkan orang-orang kafir, apabila sudah menghadap ke akhirat, turunlah  kepadanya Malaikat yang sangat kejam dan memakai pakaian api dan baju daripada aspal. Apabila rohnya keluar semua malaikat yang berada di antara bumi dan langit serta Malaikat yang berada di langit melaknatinya. Semua pintu-pintu langit terkunci karena tidak ada yang suka roh tersebut lalu di hadapannya.

Ketika roh itu mau naik, para Malaikat pun mencampak semula roh itu ke bumi karena amal jahatnya. Kemudian ada yang berkata : "Ya Allah, hambamu yang bernama ini tidak diterima oleh langit dan bumi."

Lalu Allah Swt berfirman : "Pulangkan dia, dan campakkan ke tempat yang telah Aku sediakan. Aku sudah menyediakannya sesuai dengan firmanKu (yaitu Surah Thaha ayat 55)"

مِنْهَا خَلَقْنَاكُمْ وَفِيهَا نُعِيدُكُمْ وَمِنْهَا نُخْرِجُكُمْ تَارَةً أُخْرَىٰ

"Dari bumi (tanah) itulah Kami menjadikan kamu dan kepadanya Kami akan mengembalikan kamu dan daripadanya Kami akan mengeluarkan kamu pada kali yang lain," (QS. Thahaa :55)

Maka mayat orang kafir itupun dapat mendengar suara selipar ketika orang yang menghantarnya mau pulang, sehinggalah dia mendengar pertanyaan : "Siapa Tuhanmu, Siapa nabimu dan apa agamamu ?"

Dia akan menjawab : "Saya tidak tahu."

Kemudian disebutnya lagi  "Saya tidak tahu" dan begitulah setiap kali pertanyaan dikemukakan kepadanya.

Selepas itu datanglah orang yang sangat bodoh, berbau dan berpakaian buruk dan berkata : "Rasakanlah kemurkaan dan siksa Allah Swt." 

Mayat kafir tadipun bertanya : "Siapa engkau ?"  

Jawab orang bodoh itu : "Akulah amal jahatmu. Engkau selalu mengerjakan maksiat kepada Allah serta tidak mahu mentaati perintah Allah, oleh karena itu Allah memberi balasan yang setimpal kepadamu"

Mayat kafir itupun berkata : "Engkaupun mendapat kemurkaan Allah Swt."

Kemudian datang seorang yang tuli, bisu dan pekak membawa tukul daripada besi yang teramat berat yang tidak mampu diangkat  dan dipikul oleh manusia dan jin. Kalau dipukulkan kepada gunung niscaya runtuhlah gunung itu. Lalu dia memukul mayat itu sekali pukul terus menjadi debu. Setelah itu dikembalikan rohnya dan dipukul lagi di antara kedua belah matanya sehingga didengar oleh seluruh penduduk bumi kecuali jin dan manusia.

Setelah itu terdengar suara : "Berikan pakaiannya daripada api dan bukakan pintu ke neraka." Kemudian diberilah dia pakaian daripada api dan dibukakan pintu neraka.

Demikianlah sahabat bacaan madani ulasan tentang malaikat Mungkar dan Nakir saat menanyai mayat orang yang beriman dan kafir di alam barzakh. Mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang dapat menjawab pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir kelak di alam barazakh. Aamiin.