Tampilkan postingan dengan label Muslimah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muslimah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 April 2017

Muslimah, Berdoalah Agar Suamimu Punya 5 Sifat Ini Yang Membuat Langgeng Rumah Tangga



Sahabat, kebanyakan suami tidak menyadari bahwa ada beberapa sifat pria yang berbahaya jika terus dipelihara dalam sebuah pernikahan.

Contoh kecil, sifat selalu ingin menang mungkin tampak gagah dan hebat jika di atas ring atau lapangan, tapi sifat ini menjadi kontraproduktif bila ditunjukkan dalam rumah tangga. Alih-alih membahagiakan istri, sifat ini justru bisa membuat istri ilfil.

Nah, apa sajakah sifat-sifat suami yang bisa bikin pernikahan bahagia dan in syaa Allah lebih langgeng? Berikut ini ada beberapa poinnya, semoga bisa menginspirasi:

1.Mengutamakan istri dan anak

Ada suami yang lebih mengutamakan sahabat dan kawan-kawannya, ada juga yang lebih mengutamakan ibu kandungnya, bukannya tidak baik, tapi jika ingin pernikahan langgeng, jadikanlah istri dan anak sebagai prioritas utama.

Bagaimana pun... suamilah yang kelak bertanggungjawab atas istri dan anak-anaknya. Maka, jika ada pilihan antara liburan keluarga dengan reuni khusus cowok-cowok kampus misalnya, maka utamakanlah liburan bersama keluarga meskipun hanya sekadar berkunjung ke rumah mertua atau jalan ke mall.

2.Mau mendengarkan keluh kesah istri

Sifat yang satu ini jarang dimiliki kaum pria. Biasanya suami merasa istri terlalu cerewet, selalu mengatakan hal-hal yang tidak penting, padahal sudah fitrahnya wanita banyak bicara, kurang lebih perlu mengeluarkan 20 ribu kata per hari.

Seorang istri sekaligus ibu yang jarang didengarkan oleh suaminya, atau diajak mengobrol santai oleh suaminya maka bahasa tubuh dan nada bicaranya akan menjadi tidak enak di hadapan anak-anaknya, cenderung menjadikan anak-anak sebagai sasaran pelimpahan emosi yang tidak semestinya.

Maka, sebenarnya sudah menjadi tugas wajib suami sekaligus ayah, memberikan ruang, waktu, dan suasana setiap hari bagi istrinya untuk berbicara sebagai upaya untuk selalu menyehatkan jiwanya. Cukup dengarkan apa yang menjadi keluh kesah istri. Ibu yang sehat jiwanya akan dapat menjalankan tugasnya sebagai madrasah untuk putra-putrinya.

3.Humoris

Suami yang pemarah tentu saja membuat istri dan anak takkan betah. Sementara suami yang memiliki sifat humoris, bisa memancing senyum, biasanya cenderung bisa mempertahankan cinta istri dan juga putra-putrinya.

Sebagaimana kita ketahui juga bahwa sosok Rasulullah shalallaahu alaihi wassalam dan juga sosok Ali Bin Abi Thalib merupakan pemimpin rumah tangga dengan sifat humoris dan penyayang, tak mengherankan jika rumah tangga Rasulullah dan juga Ali bersama Fatimah langgeng dan penuh barokah.

4.Mau mengalah

Sebagaimana Umar bin Khattab yang mau mengalah pada kemarahan istrinya, maka demikian jualah sebaiknya para suami mau mengalahkan ego untuk memenangkan hati istri.

Sesungguhnya cara menjadi pemenang di hati wanita justru dengan mengalah, misalnya mau mengambilkan minum untuk istri, mau menyiapkan makanan dan menyuapi istri, bukan sebaliknya.

5.Mau berjuang untuk kesejahteraan keluarga

Suami yang ogah-ogahan mencari nafkah, males-malesan menanggapi kebutuhan hidup yang semakin meningkat, tentu saja akan membuat istri jengkel.

Akan tetapi sebaliknya, suami yang mau bekerja dengan giat, ditambah sambilan di sana-sini, tentu saja akan membuat haru hati istri dengan kesungguhannya.

Demikianlah beberapa sifat suami yang bisa membuat pernikahan lebih awet dan langgeng. Semoga Allah mengaruniakan sifat-sifat baik ini pada pasangan hidup kita.

Sumber : http://www.wajibbaca.com/2017/04/muslimah-berdoalah-agar-suamimu-punya-5.html

Belum Ingin Bertaubat? Ini Fakta Mecenangkan Neraka yang Belum Pernah Diketahui!


Manusia yang memiliki timbangan amal perbuatan baik lebih besar akan memiliki kehidupan akhirat yang baik yaitu di surga, sedangkan manusia yang memiliki timbangan amal perbuatan buruk yang lebih besar akan memiliki kehidupan akhirat yang amat sangat buruk yaitu di neraka.

Neraka menjadi tempat di akhirat yang dipersiapkan bagi pelaku keburukan selama hidup di dunia. Di dalamnya manusia akan menjalani beragam siksaan pedih sebagai bentuk balasan atas kejahatan yang pernah di lakukan.


Satu hal yang sangat identik dengan neraka adalah keberadaan api. Dengan panasnya yang menyala-nyala, semakin menambah pedih siksaan yang diterima. Dalam hadist dijelaskan jika api yang ada di dunia ini, hanya seperti bunga api akhirat nanti.

Ulasan terkait : Karena Bom Atom Sekalipun Tak Akan Mampu, Kecuali Membaca Doa Ini untuk Mengusir Mereka!

Sehingga tidak terbayangkan bagaimana tubuh luluh lantah karena panasnya. Enam fakta tentang api neraka berikut menjadi gambaran bagaimana Allah SWT tidak main-main. Dia memberitakan kabar ini, agar manusia senantiasa takut berbuat dosa sehingga terhindar dari api neraka.

Apa saja faktanya? Berikut ulasannya.

1. Panas Api Neraka Akibatkan Hitam dan Gelap

Nabi Muhammad SAW bersabda “Neraka dinyalakan selama seribu tahun hingga tampak merah. Lalu dinyalakan lagi selama seribu tahun sampai kelihatan putih. Kemudian dinyalakan selama seribu tahun sehingga terlihat hitam. Hingga sekarang neraka itu hitam dan gelap” (HR Tirmidzi).

2. Panas Api Neraka 70 Kali Api Dunia

Fakta selanjutnya adalah api neraka panasnya 70 kali lipat dari api yang ada di dunia. Tidak terbayangkan bagaimana pedihnya siksaan ketika kita terlempar ke tempat ini. Pasalnya api dunia saja begitu menyiksa tatkala kobarannya menyentuh bagian tubuh. Bagaimana pula dengan tingkat panas yang mencapai 70 kali lipat dari api yang ada saat ini. Tentu sangat menyiksa. Hal ini dijelaskan dalan Hadist Riwayat Bukhari, Muslim dan Tirmidzi)

Abu Hurairah ra. menyatakan bahwa Rasulullah  SAW bersabda yang artinya” Api yang biasa kalian nyalakan merupakan sebagian dari tujuh puluh bagian panasnya neraka jahanam”

“Ya Rasulullah, demi Allah sungguh api dunia ini benar-benar cukup panas,” ungkap para sahabat.

Nabi Muhammad SAW melanjutkan “Tetapi sungguh api neraka jahanam enampuluh sembilan kali lebih panas dibandingkan api dunia, yang masing-masing bagian sama panasnya dengan api di dunia” (Hadist Riwayat Bukhari, Muslim dan Tirmidzi)

3. Uap Panas Neraka yang Berhembus ke Dunia

Nabi Muhammad SAW bersabda “Neraka mengadu kepada Tuhannya. Ia berkata, ‘Wahai Tuhanku, sebagian dariku memakan (membakar) sebagian yang lain’. Maka Allah SWT mengizinkan neraka untuk mengeluarkan uapnya sebanyak dua kali lipat. Yakni pada musim dingin dan sekali pada musim panas. Uap tersebut adalah rasa panas yang sangat yang kalian rasakan (pada musim panas) dan rasa dingin yang paling menggigit yang kalian rasakan (pada musim dingin).” (HR Lima Ahli Hadist)

4. Tinggi Gejolak Api Neraka

Api neraka menyala-nyala hingga bunga apinya tinggi mencapai empat puluh tahun perjalanan. Abu Sa’id ra menyatakan, Muhammad SAW bersabda “Sungguh tinggi gejolak api neraka itu empat buah tembok yang tebal-tebal. Tinggi masing-masing tembok seperti perjalanan empat puluh tahun.” (HR. Tirmidzi).

5. Di Neraka Terdapat Bukit Api

Ternyata di dalam neraka terdapat bukit api. Bukit ini bernama Ash Shu-uud yang akan dinaiki oleh para orang kafir.

Nabi Muhammad SAW bersabda “Ash Shu-uud adalah sebuah bukit api. Orang kafir menaikinya selama tujuh puluh tahun, kemudian ia terjatuh dari atasnya. (Lalu naik lagi  ke atas dan terjatuh lagi) demikian seterusnya” (HR Tirmidzi).

6. Salah Satu Bentuk Api Neraka

Ternyata, api neraka memiliki bentuk. Salah satu bentuknya adalah menyerupai leher yang memiliki mata, telinga dann dapat berbicara.

Nabi Muhammad SAW bersabda “Pada hari kiamat kelak akan muncul dari neraka api yang berbentuk leher. Ia memiliki dua mata yang dapat melihat, dua telinga yang dapat mendengar dan lisan yang dapat berbicara. Ia katakan , “Aku ditugaskan mengambil tiga macam orang, yaitu orang yang berlaku sewenang-wenang dan keras kepala, orang yang menyembah Tuhan lain disamping Allah, dan orang yang membuat patung-patung,” (HR. Tirmidzi).

Semoga kita semua terhindar dari panasnya, azabnya, dan semua hal yang berkaitan dengan neraka.

Sumber : http://www.wajibbaca.com/2017/04/belum-ingin-bertaubat-ini-fakta.html

Minggu, 12 Maret 2017

Kisah Cinta Sejati Ustaz Jefri Al-Buchori - Pipik Dian Irawati


Kisah cinta Ustaz Jefri Al-Buchori-Pipik Dian Irawati selalu menarik untuk diulas. Perjuangan mereka membina rumahtangga memberikan inspirasi bagi kita semua. Bahkan kisah tersebut diangkat menjadi cerita film 'Hijrah Cinta'. Bagaimana awal mula cinta mereka bersemi?

Pertemuan antara Ustaz Jefri Al-Buchori dengan Pipik Dian Irawati terjadi di Menteng, Jakarta Pusat, sekitar 1996-1997. Waktu itu Pipik sebagai model sedang bersama Gugun Gondrong. Rambut Uje gondrong saat itu. Pipik yang mengetahui Jefrri bintang sinetron Kerinduan, Ia meminta untuk berkenalan dengan Uje, tapi Gugun melarangnya.

Selang beberapa waktu, Pipik bertemu lagi dengan lelaki itu saat buka puasa bersama di rumah Pontjo Sutowo. Penampilan Uje terlihat lebih rapi karena sudah memotong rambutnya yang gondrong. Pipik akhirnya memberanikan diri untuk berkenalan. Akhirnya, mereka pun saling mengenal.

“Aku enggak tahu kapan kami resmi pacaran, karena enggak pernah ‘jadian’. Dia juga tak pernah menyatakan cinta. Waktu pacaran, dia cuek setengah mati,” cerita Pipik dengan sumringah beberapa waktu yang lalu kepada media.

Untuk menghindari maksiat, Uje dan Pipik menikah siri pada 7 September 1999. Teman-teman Uje yang sudah meninggal karena over dosis, sempat menghadiri pernikahan itu. Mereka tinggal di rumah Umi Tatu (ibunda Uje). Beberapa bulan kemudian, mereka menikah secara resmi di Semarang, Jawa Tengah.

Dari pernikahan itu Ustaz Jefrri Al-Buchori dan Pipik Dian Irawati dikaruniai empat anak, Adiba Khanza Az-Zahra, Mohammad Abidzar Al-Ghifari, dan Ayla Azuhro. Kehidupan rumah tangga mereka makin bahagia saat anak keempat mereka lahir. Mereka menyematkan nama Attaya Bilal Rizkillah.

Namun, kebahagiaan yang tengah dirasakan Pipik Dian Irawati terenggut saat Ustaz Jefri Al-Buchori meninggal dunia pada, Jumat, 26 April 2013. Jenazah Uje kemudian disalatkan di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. Ribuan orang ikut menyalatkan jenazahnya. Dari Masjid Istiqlal, jenazah ustaz gaul itu lalu dibawa menuju ke tempat peristirahatan terakhir di TPU Karet Bivak, Tengsin, Jakarta.

Sumber : Bintang