Tampilkan postingan dengan label satu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label satu. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Mei 2017

Jangan Menolak Lamaran, Kalau Tidak Ingin Musibah Datang

“Apabila seseorang yang agama dan perilakunya bisa kalian terima meminang putri kalian, maka nikahkanlah dengannya. Jika kalian tidak melakukannya, maka akan menjadi musibah di bumi dan kerusakan yang nyata.” (HR. Tirmidzi).


Demikian hadist yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi sebagai peringatan bagi kaum perempuan yang menolak lamaran.

Mengapa lamaran begitu penting dibahas, sehingga Rasulullah sampai dengan tersurat bersabda. Jelas saja, karena tanpa lamaran mustahil sebuah pernikahan bisa dilangsungkan.

Lamaran adalah perbuatan serius yang dampaknya bisa berkepanjangan. Akibat menolak lamaran seorang pria yang shaleh, bukan hanya dirasakan oleh wanita penolak lamaran, tetapi juga oleh keluarga dan masyarakat sekitar.

Apalagi jika seorang wanita menolak lamaran karena alasan yang tidak dibenarkan dalam syariat Islam. Akibat buruk dan mengerikan atas tindakan itu, merupakan peringatan tegas dari Nabi Muhammad SAW 14 abad silam.

Baca Juga: Hukum Meng-Aqiqah-i Anak atau Orang Tua yang Sudah Meninggal

Saat ini fenomena penolakan lamaran sudah bukan perkara yang langka lagi. Kerap kita mengetahui penolakan lamaran oleh sebagian kaum wanita dengan alasan ‘ekonomi.’

Bahkan penolakan-penolakan tersebut sering didukung oleh orang tua si wanita atas nama “Melindungi putri kesayangannya dari ketidakbahagiaan di kemudian hari.” Ironis.

Orang tua memang memiliki hak untuk mencarikan jodoh. Tapi jodoh yang dimaksud adalah sosok yang shalih dan baik akhlaknya. Ia sama sekali bukan anjuran untuk menolak seorang laki-laki baik-baik dan berniat sungguh-sungguh hanya karena urusan fisik-duniawi semata.

Jalan tengahnya, harus ada tindakan produktif dan bijak dari semua pihak; baik dari wanita yang dilamar, orang tua atau wali, dan laki-laki pelamar.

Bagi kaum laki-laki yang mengajukan lamaran, shalih dan giat beribadah memang utama. Namun jangan jadikan hal tersebut sebagai alasan untuk bermalas diri untuk memenuhi kebutuhan finansial, fisik, dan sebagainya. Bukankah setelah menikah bukan cinta yang kita makan?

Bagi wanita dan orang tua atau wali, hendaknya melakukan komunikasi secara intensif agar penolakan yang bermaksud baik tidak membawa pada kehancuran, sakit hati sang pelamar dan fitnah seperti yang telah disampaikan Rasulullah SAW.


Jika memang seorang lelaki yang datang ke rumah untuk melamar memang masih berpenghasilan seadanya atau bahkan belum mendapat pekerjaan, padahal ia shalih dan baik akhlaknya, berlapang dadalah untuk membantunya. Sudah banyak kisah seorang laki-laki yang belum bekerja, padahal ia sudah berupaya sungguh-sungguh, justru mendapatkan banyak peluang dan pekerjaan yang mapan setelah menikah.

Percayalah, dengan niat lurus untuk menikah, Allah SWT pasti akan memberikan bantuan dari arah yang tak disangka-sangka. Wallahualam. []

Sumber : http://www.wajibbaca.com/2017/05/jangan-menolak-lamaran-kalau-tidak.html

Ketika Dirimu Wahai Wanita, Berhutang dengan Mudah Tanpa Memikirkan Dia

Hidup ini kadangkala tidak berjalan seperti yang kita inginkan. Dalam hidup ini banyak cobaan yang kita alami. Sebagai contohnya kita sering merasakan tidak tercukupi kebutuhan dari segi ekonomi. Dan ekonomi sebagai salah satu untuk bertahan dalam hidup ini.

Berbicara mengenai masalah ekonomi, wahai para istri pernahkah engkau berhutang tanpa sepengetahuan suami? Misalnya kredit panci, kredit baju, kredit tas, atau benar-benar berutang uang pada orang lain tanpa diketahui suami? Sebenarnya, bolehkah seorang istri berutang tanpa sepengetahuan suaminya?

Jawabannya tentu saja bisa sangat bervariasi tergantung kondisi, misalnya berapa besar uang yang dipinjam, dan untuk keperluan apa sang istri berutang. Selain itu, perlu juga diperhatikan apakah ketika berutang sang istri mempergunakan barang sebagai jaminan? Jika ya, barang milik siapakah yang dipergunakan sebagai jaminan?

Jika jumlah utang cukup kecil dan masih bisa ditangani sendiri oleh istri, misal hanya sekadar utang sayur-mayur, utang baju yang bisa dicicil bulanan, atau utang peralatan dapur yang murah meriah, mungkin tak perlu memberitahu suami pun tak masalah, apalagi jika karakter suami tak mau ribet dengan urusan sepele.

Akan tetapi jika jumlah utang mencapai angka yang cukup signifikan, apalagi sampai harus menjaminkan sesuatu, misalnya surat tanah, BPKB kendaraan, dan barang tersebut adalah aset milik suami atau milik bersama antara suami istri, maka sudah sepatutnya istri meminta izin terlebih dahulu pada suami ketika hendak mengagunkan aset tersebut.

Bagaimana pun jika terjadi sesuatu yang membuat istri tak bisa melunasi utang, maka meskipun suami tak berkewajiban melunasi utang istri, namun bisa dipastikan suami akan turut bertanggungjawab terhadap utang yang dimiliki sang istri.

Oleh karena itu, untuk para istri, camkanlah bahwa sangat penting menjaga diri dari jeratan utang! Apalagi saat ini utang bukan hanya untuk kebutuhan riil melainkan sudah dijadikan gaya hidup.

Tak hanya dalam membeli kendaraan ataupun rumah, bahkan segala jenis barang pun bisa dicicil, mulai dari gadget, make up, dan lainnya. Hal ini tampak sepele, namun sebenarnya amat berbahaya karena jika utang sudah menjadi gaya hidup, akan merasuk sebagai karakter diri yang bersifat boros atau mubazir, na’udzubillah min dzalik.

Hal ini tampak sepele, namun sebenarnya amat berbahaya karena jika hutang sudah menjadi gaya hidup, akan merasuk sebagai karakter diri yang bersifat boros atau mubazir, na’udzubillah min dzalik. Oleh karena itulah, untukmu wahai sang istri, tanamkanlah untuk dirimu rasa bersyukur dan cukup, serta jangan buat keluargamu sedih akan hutang yang menumpuk.

Bukan dalihmu untuk membantu meringankan beban mereka, namun ketahui wajah suami dan anakmu yang mungkin saja kecewa karena hutang yang kau sembunyikan itu.

Sumber : http://www.wajibbaca.com/2017/05/ketika-dirimu-wahai-wanita-berhutang.html

Orang Tua Harus Tahu, Hal Ini Mampu Menghindarkan Bayi dari Zina Seumur Hidup!

Mencegah lebih baik daripada mengobati, sebuah kata-kata bijak yang sering kita dengar dan kita acuhkan begitu saja, hal ini wajar terjadi karena manfaat dari segala sesuatu biasanya lebih terasa penting ketika sesuatu itu hilang dan pergi meninggalkan kita.

Kebaikan dan kenakalan anak tergantung bagaimana peran orang tua mengasuh mereka. Dalam islam. kita akan menemukan banyak hal yang mendorong agar anak kita memiliki kepribadian yang baik dan penurut.


Artikel pilihan : Untukmu yang Ragu, Pria Ini Dibangkitkan Setelah Mati Selama 100 Tahun Lamanya!

Maka dari itulah, menjadi orang tua bagi anak-anak sangat gampang. Ia boleh menunggu saja anak-anak keluar dari rahim istrinya atau memungut anak dari pangkuan panti asuhan dan rumah bersalin. Sedangkan menjadi orang tua yang berperan, susah-susah gampang. Dibilang gampang, kadang terkendala di tengah jalan. Dibilang susah, tetapi berjalan begitu saja.

Yang paling gampang, melantunkan lafal adzan di kuping kanan dan iqamah di telinga kiri bayi yang menjadi tugas orang tua pertama kali setelah anak lahir. Selain karena demikian perlakuan Rasulullah SAW terhadap Hasan dan Husein, tetapi juga lafal dua kalimat syahadat yang masuk ke lubang telinga bayi cukup melindunginya dari setan ibu-ibu yang suka ‘mengasuh’ bayi-bayi manusia. Ini jelas disabdakan Rasulullah SAW.

رَوَى أَبُو رَافِعٍ : رَأَيْتُ النَّبِيَّ  أَذَّنَ فِي أُذُنِ الْحَسَنِ حِينَ وَلَدَتْهُ فَاطِمَةُ

“Abu Rafi meriwayatkan : Aku melihat Rasulullah SAW mengadzani telinga Al-Hasan ketika dilahirkan oleh Fatimah.” (HR. Abu Daud, At-Tirmizy dan Al-Hakim)

مَنْ وُلِدَ لَهُ مَوْلُودٌ فَأَذَّنَ فِي أُذُنِهِ الْيُمْنَى وَأَقَامَ فِي الْيُسْرَى لَمْ تَضُرَّهُ أُمُّ الصِّبْيَانِ

“Orang yang mendapatkan kelahiran bayi, lalu dia mengadzankan di telinga kanan dan iqamat di telinga kiri, tidak akan celaka oleh Ummu Shibyan.” (HR. Abu Ya’la Al-Mushili)

Ummu shibyan adalah sebutan untuk sejenis jin yang mengganggu anak kecil.

Setelah itu, para orang tua juga selayaknya mengantisipasi masa depan bayi sejak dini. Mereka dianjurkan membaca surah Al-Qadar di telinga kanan si bayi. Amalan ini berkhasiat menjauhkan si anak dari dosa besar zina sepanjang usianya kelak. Anggaplah sebagai pembuktian kasih sayang orang tua demi kepentingan masa depan bayi. Syekh Muhammad bin Ibrahim Al-Baijuri dalam Hasyiyatus Syekh bin Ibrahim Al-Baijuri ala Syarhil Allamah ibni Qasim Al-Ghazzi menerangkan.

و نقل عن الشيخ الديربي أنه يسن أن يقرأ فى أذن المولود اليمنى سورة إنا أنزلناه لأن من فعل به ذلك لم يقدر الله عليه زنا طول عمره. قال هكذا أخذناه عن مشايخنا

“Dikutip dari Syekh Dairobi bahwa dianjurkan membaca surah Al-Qadar di lubang telinga kanan bayi. Karena, bayi mana saja yang diperlakukan demikian niscaya dilindungi Allah dari dosa zina seusia hidupnya. Kata Syekh Dairobi, ‘Demikianlah amalan yang kami terima dari para guru kami’.”

Selain itu, ada pula anjuran yang sangat berpengaruh bagi kesalehan masa depan anak adalah sebagai berikut:

1. Mengumandangkan azan ditelinga kanan dan iqomat di telinga kiri anak yang baru lahir.

2. Menjalankan sunnah Aqiqah (menyembelih kambing, dua untuk anak laki-laki dan satu ekor untuk anak perempuan) dan disedekahkan pada orang-orang yang berhaq.

3. Mensedekahkan emas seberat rambut bayi ketika umur tujuh hari (bersamaan dengan ritualaqiqah)

4. Mengamalkan sunnah Taqniyyah yaitu dengan mendatangi orang baik dan soleh yang ada didaerah kita (habib,kiyai,ustadz atau ustadzah) agar memberikan manisan berupa kurma atau buah lainnya yang terlebih dahulu dikunyah sampai lembut kemudian disuapkan pada bayi kita, dengan catatan bayi tersebut belum mengkonsumsi makanan selain asi.

5. Membacakan surah Al-qadr ( Inna Anzalna) pada telinga kanan bayi, menurut Imam Al-bajuri dalam keterangan kitabnya: “Jika seorang bayi dibacakan ayat tersebut setelah orang tuanya membacakan azan dan iqamat, Allah bayi tersebut dijauhkan dari zina (hubungan diluar nikah)”.

6. Mengajarkan shalat ketika masih berumur tujuh tahun atau sebelum itu.



Artikel pilihan : Ketika Dirimu Wahai Wanita, Berhutang dengan Mudah Tanpa Memikirkan Dia

7. Sering mendoakan mereka khususnya ketika kita tahajjud (shalat malam) agar mereka menjadi anak ssoleh.

8. Shodaqoh dengan niat agar anak kita menjadi anak yang sholeh dan bermanfaat bagi agama dan bangsanya.

9. Dititipkan kepada orang-orang yang soleh agar diberi pelajaran dasar-dasar agama dan adab-adabnya.

Adapun susahnya memainkan peran orang tua yang baik seperti dikeluhkan banyak orang tua, saking banyaknya tidak perlu dikatakan di sini. Salah satunya boleh disebut; yakni menanamkan nilai-nilai agama kepada si anak agar tidak terjerumus dalam segala bentuk dosa kecil atau besar, termasuk zina. Tetapi secara umum, orang tua perlu kesabaran lebih untuk terus mendampingi dan mendidik anak. Wallahu A’lam.

Sumber : http://www.wajibbaca.com/2017/05/orang-tua-harus-tahu-hal-ini-mampu.html

Bagaimana Hukumnya Meng-Qadha' Hutang Puasa Pada Pertengahan Bulan Sya'ban?

Nabi Muhammad SAW bersabda :
إِذَا انْتَصَفَ شَعْبَانُ فَلا تَصُومُوا

Artinya ; "Kalau (telah memasuki) pertengahan Sya'ban, maka janganlah kalian berpuasa."

(HR. Abu Daud, 3237. Tirmizi, 738. Ibnu Majah, 1651 dan dishahihkan oleh Al-Albany dalam Shahi Tirmizi).

Dari hadist diatas sudah jelas bahwa kita dilarang berpuasa pada pertengahan bulan Sya'ban. Namun larangan tersebut dikecualikan dari 3 hal ini :

1. Orang yang terbiasa berpuasa

Seperti puasa Senin Kamis, maka ia (diperbolehkan) berpuasa meskipun setelah pertengahan Sya'ban.
Rasulullah SAW bersabda :

لا تَقَدَّمُوا رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ وَلا يَوْمَيْنِ إِلا رَجُلٌ كَانَ
يَصُومُ صَوْمًا فَلْيَصُمْهُ (رواه البخاري، رقم 1914، ومسلم،
رقم 1082)

Artinya : "Jangan kalian medahului Ramadhan dengan berpuasa sehari dan dua hari kecuali bagi seseorang yang terbiasa berpuasa, maka (tidak mengapa) dia berpuasa." (HR. Bukhari, no.1914, dan Muslim, 1082)

2. Orang yang sudah mulai berpuasa sebelum pertengahan Sya'ban


Kemudian ia ingin melanjutkan puasa sebelumnya hingga setelah pertengahan Sya'ban. Sebagaimana ungkapan Aisyah radhiallahu anha :

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ ،
يَصُومُ شَعْبَانَ إِلا قَلِيلا (رواه البخاري، رقم 1970،
ومسلم، رقم 1156 واللفظ لمسلم)

Artinya: "Rasulullah SAW berpuasa pada bulan Sya'ban seluruhnya, beliau berpuasa bulan Sya'ban kecuali sedikit saja." (HR. Bukhari, no.1970, Muslim, no.1156. Redaksi hadist dari Muslim).Kata (seluruhnya) maksudnya adalah "sebagian besarnya."

Hadist diatas menunjukkan diperbolehkannya berpuasa setelah pertengahan Sya'ban, akan tetapi meneruskan puasa sejak sebelum pertengahan Sya'ban.

3. Orang yang meng-qadha puasa Ramadhan

Dalam kitab Al-Majmu, 6/399 An-Nawawi rahimahullah berkata, "teman-teman kami (semazhab) mengatakan, tidak sah berpuasa pada hari syak(ragu-ragu) menjelang Ramadhan tanpa ada perbedaan pendapat."

Maka, jika ia berpuasa untuk qadha, nazar, atau kaffarat maka puasanya sah. Sebab, jika diperbolehkan berpuasa sunnah karena suatu sebab, maka (puasa) wajib lebih utama. Karena, jika mempunyai qadha' sehari saja di bulan Ramadhan, maka hal tersebut sudah suatu kewajiban baginya, karena waktu qadhanya sudah sempit.

Hari Syak (ragu-ragu) adalah hari ke-30 bulan Sya'ban. Jika upaya melihat bulan tsabit (hilal) terhalang mendung, atau debu. Disebut hari meragukan karena diragukan hari apakah itu, hari terakhir Sya'ban atau hari pertama Sya'ban.

Kesimpulan: Meng-qadha (puasa) Ramadhan pada pertengahan bulan Sya'ban diperbolehkan. Hal ini tidak termasuk larangan Nabi Muhammad SAW yang melarang berpuasa ketika memasuki pertengahan bulan Sya'ban.  Maka puasa 3 hari sah, dan harus berpuasa sisanya sebelum memasuki bulan Ramadhan.

Sumber : http://www.wajibbaca.com/2017/05/bagaimana-hukumnya-meng-qadha-hutang.html

Ingin Terlihat Cantik Sebagai Seorang Muslimah, Tapi Bolehkah Shalat Pakai Make-up?

Termasuk salah seorang perempuan yang gemar berhias? Jika ya, maka tak masalah jika hiasan yang dikenakan untuk mempercantik diri di hadapan suami. Ketika suami menginginkan sang istri untuk berhias, maka ikutilah keinginannya itu. Hanya saja, jangan sampai hiasan diri itu diniatkan agar ada orang lain yang tertarik dan jatuh hati kepadamu.

Biasanya, kebanyakan perempuan menggunakan kosmetik, khusus merias wajahnya. Hal ini dilakukan agar wajah terlihat lebih segar dan menarik. Tetapi, ada satu masalah yang terkadang menimpa seorang perempuan berhias. Apa itu? Yakni, dalam menjalankan shalat. Memang, apa masalahnya?


Sebelum membahas lebih jauh mengenai kosmetik ini, ada baiknya kita membahas perihal berdandan terlebih dahulu. Bagaimanakah hukum berdandan bagi wanita di dalam Islam? Berikut ini adalah penjelasan dari Abdul Halim Abu Syuqqah dalam bukunya Tahrirul Mar’ah fi ‘Ashrir Risalah (Kebebasan Wanita).

Sementara itu, tampil menarik dan cantik sudah merupakan fitrah kaum hawa. Beberapa wanita bahkan melakukan apa saja demi tampil menarik. Dari mengecat kuku hingga mempertebal alis dengan maskara atau menggunakan alas bedak tahan lama. Semua ini ternyata sudah menjadi hal yang biasa bagi sebagian muslimah. Akan tetapi perihal make-up dalam shalat, beberapa wanita menganggap bahwa wudhunya tetap sah karena merasa air wudhu tetap dapat membasahi anggota wudhu. Tapi benarkah demikian?

Sebagai seorang muslimah, menjalankan shalat adalah kewajiban. Tetapi, ketika wajah dihias menggunakan kosmetik, membuat kulitnya tertutupi oleh kosmetik itu. Sedang, ketika wudhu, seluruh permukaan kulit wajah harus terkena air. Hanya saja, ada perempuan yang menggunakan kosmetik jenis water proof yang tak akan hilang meski terkena air. Lantas, bagaimana dengan shalatnya, bolehkah shalat menggunakan kosmetik?

Seorang perempuan boleh menggunakan kosmetik ketika shalat, tetapi memakainya setelah berwudhu. Jadi, tetap saja, kulit wajahnya harus terkena air terlebih dahulu. Barulah, ia menggunakan kosmetik untuk mempercantik diri.

Ada yang perlu diperhatikan dalam menggunakan kosmetik. Seorang perempuan harus selektif dalam memilih kosmetik. Jangan sampai ada kandungan zat yang dilarang dalam Islam. Sebab, diketahui bahwa ada beberapa kosmetik yang mengandung bahan dari babi dan itu dilarang serta tidak boleh dipakai.

Sebenarnya solusi dari permasalahan ini amatlah mudah. Pertama, apabila seorang muslimah tetap ingin memakai make up yang tidak boleh dihapus, ia wajib mempertahankan wudhunya. Berwudhulah sebelum menggunakan make-up dan jagalah wudhu agar tidak batal hingga waktu shalat tiba.

Kedua, solusi yang tetap dapat dilakukan ketika muslimah mengadakan walimah adalah saat ia menstruasi. Atau, mengadakan walimah pada waktu tertentu yang tidak melewatkan shalat. Seperti pukul 11.00-14.00 atau dari pukul 19.00-21.00. Muslimah tetap dapat melaksanakan shalat dzuhur dan isya tanpa harus melakukan make up ulang.

Itulah yang harus diperhatikan. Jika memang tak mengindahkan aturan ini, maka ketahui bahwa dirimu termasuk orang yang melakukan kesalahan. Dan orang yang bersalah, haruslah memperbaiki dirinya, jika ia tak ingin hidupnya tidak memperoleh berkah. Sebab, hidup berkah itu dapat diraih jika kita mengikuti aturan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Sumber : http://www.wajibbaca.com/2017/05/ingin-terlihat-cantik-sebagai-seorang.html

Sabtu, 06 Mei 2017

Buka Saja Al-Qur'an untuk Melunasi Hutang dengan Mudah! Memangnya Bisa?

Mungkin sudah sering kita mengetahui, atau bahkan ada saudara atau teman kita yang cukup sering berhutang, dengan dalih untuk mencukupi kehidupan yang semakin naik dan bertambah banyak. Memang dalam Islam sendiri, hukum asal dari berhutang adalah boleh (jaa-iz). Allah subhaanahu wa ta’aala menyebutkan sebagian adab berhutang di dalam Al-Qur’an. Allah subhaanahu wa ta’aala berfirman:

{ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنْتُمْ بِدَيْنٍ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى فَاكْتُبُوهُ }


“Hai orang-orang yang beriman! Apabila kalian ber-mu’aamalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kalian menuliskannya.” (QS Al-Baqarah: 282)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah berhutang. Di akhir hayat beliau, beliau masih memiliki hutang kepada seorang Yahudi, dan hutang beliau dibayarkan dengan baju besi yang digadaikan kepada orang tersebut.

Ulasan terkait : Untukmu Si Orang Kaya, Yakinkah Bahwa Allah Sudah Mencintai Dirimu?

Diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiallaahu’anhaa, bahwasanya dia berkata:

( أَنَّ النَّبِيَّ –صلى الله عليه وسلم– اشْتَرَى طَعَامًا مِنْ يَهُودِيٍّ إِلَى أَجَلٍ فَرَهَنَهُ دِرْعَهُ )

“Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam membeli makanan dari seorang Yahudi dengan tidak tunai, kemudian beliau menggadaikan baju besinya” (HR Al-Bukhari no. 2200)

Akan tetapi, banyak kaum muslimin yang menganggap remeh hal ini. Mereka merasa nyaman dengan adanya hutang yang “melilit’ dirinya. Bahkan, sebagian dari mereka di dalam hidupnya tidak pernah sedetik pun ingin lepas dari hutang. Sebelum lunas pinjaman yang pertama, maka dia ingin meminjam lagi untuk yang kedua, ketiga dan seterusnya.

Sehingga karena merasa terjerat dengan tuntutan hidup atau untuk gaya hidup mewah, sampai-sampai membuat mereka rela berhutang pada pihak perorangan maupun bank tanpa melihat jumlah hutang yang harus dibayar perbulan. Sampai pada akhirnya tak jarang di kemudian hari mereka menyesal karena terjerat dengan sistem ribawi.

Lalu bagaimana cara melunasi hutang jika sudah terlilit masalah ini? Berikut adalah solusi yang telah disebutkan dalam Al Qur’an agar kita bisa membayar hutang secepatnya.

Sebagaimana diceritakan oleh Habib Umar bin al-Hafidz, Suatu ketika Seorang lelaki mendatangi kediaman Syaikh Sya’rawi. Kepada Syaikh, ia menjelaskan masalahnya. bahwa ia bekerja di tempat yang syubhat (tidak jelas antara halal dan haramnya pekerjaan tersebut). Pun dengan berbagai produk yang dihasilkan ditempat kerjanya.

Akibat pekerjaannya tersebut, lelaki itu menjalani kehidupan yang sangat jauh dari ketenangan. Rumah tangganya tidak bahagia. Istri dan anaknya banyak makar. Dan berbagai keburukan lainnya.

Setelah mendengarkan penuturan lelaki tersebut, Syaikh Sya’rawi berkata, “Wahai anakku, Keluarlah dari pekerjaanmu.”

“Bagaimana mungkin aku keluar dari pekerjaanku, sementara hutangku kian menumpuk? Anak, istri dan beberapa orang keluargaku masih membutuhkan nafkah dari diriku.” jawab lelaki tersebut.

“Wahai anakku,” ujar Syaikh Sya’rawi, ketahuilah bahwa dalam Al Qur’an dijelaskan,

وَ مَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجاً

‘Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, maka dijadikan baginya jalan keluar (atas semua persoalan).’” (QS. ath-Thalaq [65]: 2)

Syaikh Sya’rawi melanjutkan pertanyaannya, “Mana yang lebih dulu disebutkan? Jalan keluar atau Taqwa?”

Sangat jelas disebutkan dalam ayat diatas, Bahwa Allah Ta’ala lebih dulu menyebutkan kata ‘taqwa’, baru kemudian ‘jalan keluar’.



Ulasan terkait : Sadarkah Dirimu Jika Tempat Tak Terduga Ini Sangat Disukai Oleh Bangsa Jin?

Lalu bagaimana mungkin kita mengharapkan jalan keluar terlebih dahulu sementara diri kita berada dalam kemaksiatan dan berbagai amal keburukan lainnya?

Akhirnya, lelaki itu mau mengikuti nasihat Syaikh Sya’rawi, atas hidayah dari Allah Ta’ala. Tak lama kemudian, ia keluar dari pekerjaannya dan melamar pekerjaan yang lebih baik, bayarannya pun jauh lebih besar hingga akhirnya bia untuk menyicil hutangnya.

Beberapa bulan selanjutnya, lelaki itu dipindahkan ke Kuwait, kemudian dipindah ke Arab Saudi, dekat dengan Masjidil Haram dan Ka’bah.

“Dia,” terang Habib Umar bin al-Hafidz, “mau memperbaiki dirinya, kemudian Allah Ta’ala melunasi hutangnya, kehidupannya pun menjadi lebih baik. Maka dari itu, wahai Saudaraku, Bertaqwalah kepada Allah, insyaallah dengan izin Allah jalan keluar akan terbuka. Bagaimana mungkin engkau minta jalan keluar sementara dirimu tidak bertaqwa (berada dalam kemaksiatan)?”

Mungkin, banyak di antara kita yang pernah membaca ayat diatas bahkan menghafal dengan maknanya. Namun, ada begitu banyak yang masih tenggelam dalam berbagai persoalan, padahal sudah mengetahui solusinya.

Bukankah Allah Ta’ala dengan sangat jelas menyebutkan, bertaqwalah maka akan diberikan jalan keluar. Dan amatlah mustahil diberi jalan keluar sementara diri masih bergelimang dalam sia-sia, dosa, dan maksiat. Wallahu A’lam.

Sumber : http://www.wajibbaca.com/2017/05/buka-saja-al-quran-untuk-melunasi.html

7 Kalimat Penyesalan yang Diabadikan Ketika Hari Kiamat

Hari kiamat atau hari akhir merupakan hari dimana manusia akan meyesal. Sebab semua kesempatan akan ditutup dan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT. Dalam Al-Qur'an banyak terdapat kalimat-kalimat penyesalan yang diabadaikan. Kalimat tersebut diucapkan oleh golongan orang-orang yang celaka di hari akhir kelak. Allah Maha Melihat segala penyesalan saat engkau menyaksikan azab di neraka. Dikutip dari Islamidia, sekalipun kau berusaha menyembunyikannya, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu yang tersirahat dalam hati hamba-Nya.  Lantas, apa sajakah kalimat-kalimat penyesalan yang dimaksud ?

 1. Surah Al-Furqan  ayat 27



kumpulanmisteri.com

 وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَىٰ يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلًا

 Artinya : "Dan (ingatlah) pada hari (ketika) orang-orang zalim menggigit dua jarinya, (menyesali perbuatannya) seraya berkata, "Wahai! Sekiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama Rasul."

Kalimat penyesalan tersebut diucapkan oleh  oleh orang-orang zalim yang menyesal. Karena semasa hidupnya ia tak mengambil jalan, tidak mentaati, dan menjauhi ajaran Rasulullah SAW.

 2. Surah AL-Furqan ayat 28



 يَا وَيْلَتَىٰ لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا

 Artinya : "Wahai, celakalah aku! Sekiranya (dulu) aku tidak menjadikan sifulan itu teman akrab(ku)"

Kalimat penyesalan ini diucapkan oleh orang-orang yang tidak menjadikan seseorang sebagai temannya. Seseorang yang dimaksud adalah orang-orang shaleh dan senantiasa berbuat kebaikan dan menjauhkan dirinya dari hal yang dilarang Allah SWT.

BACA JUGA: Banyak yang Menyepelekan, Padahal Api Neraka Bisa Menjauh Karena Shalat Sunnah Ini!

 3. Surah Al-Haqqah ayat 25



hidayatullah.com

 وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِشِمَالِهِ فَيَقُولُ يَا لَيْتَنِي لَمْ أُوتَ كِتَابِيَهْ


Artinya: Dan adapun orang yang kitabnya diberikan ditangan kirinya, maka dia berkata, "Alangkah baiknya jika kitabku (ini) tidak diberikan kepadaku."

Kalimat penyesalan ini diucapkan oleh orang-orang yang menerima catatan amalnya ditangan kiri. Sebab bila diberikan ditangan kiri, hal tersebut pertanda bahwa ia termasuk dalam golongan orang-orang celakan yang menerima azab dari Allah SWT.

BACA JUGA : Sholat Tahajud Tak kan Lagi Berat Jika Kamu Melakukan 10 Hal Ini !

 4. Surah An-Naba ayat 40



artimimpiku.com

 إِنَّا أَنْذَرْنَاكُمْ عَذَابًا قَرِيبًا يَوْمَ يَنْظُرُ الْمَرْءُ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ وَيَقُولُ الْكَافِرُ يَا لَيْتَنِي كُنْتُ تُرَابًا


Artinya : Sesungguhnya kami telah memperingatkan kepadamu (orang kafir) azab yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya, dan orang kafir berkata, "Alangkah baiknya  seandainya dahulu aku jadi tanah."

Kalimat penyesalan ini diucapkan orang-orang kafir saat Allah SWT memperlihatkan kepadanya apa yang telah diperbuat  oleh kedua tangannya. Dengan menjadi tanah, ia tak mungkin melakukan hal-hal buruk seperti yang dilakukan saat itu.

 5. Surah Al- Fajr  ayat 24



kompasiana.com

 يَقُولُ يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي

 Artinya: "Alangkah baiknya sekiranya dahulu aku mengerjakan (kebajikan) untuk hidupku ini."

Kalimat ini diucapkan oleh orang-orang yang semasa hidupnya suka berbuat keburukan. Semua waktunya digunakan untuk hal yag sia-sia dan tidak melakukan kebaikan.

 6. Surah Al-An'am ayat 27



suaraislam.com

 وَلَوْ تَرَىٰ إِذْ وُقِفُوا عَلَى النَّارِ فَقَالُوا يَا لَيْتَنَا نُرَدُّ وَلَا نُكَذِّبَ بِآيَاتِ رَبِّنَا وَنَكُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ


Artinya: "Dan seandainya emgkau (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, mereka berkata, "Seandainya kami dikembalikan (ke dunia) tentu kami tidak akan mendustakan ayat-ayat Tuhan kami serta menjadi orang-orang yang beriman."

Kalimat ini diucapkan oleh orang-orang kafir yang mendustakan ayat-ayat Allah SWT. Sebenarnya mereka mengetahui kebbenarannya, namun enggan untuk mengakuinya dan meninggalkan ajaran Allah SWT.

7. Surat Al-Ahzab ayat 66



bulandolar.com

يَوْمَ تُقَلَّبُ وُجُوهُهُمْ فِي النَّارِ يَقُولُونَ يَا لَيْتَنَا أَطَعْنَا اللَّهَ وَأَطَعْنَا الرَّسُولَا

Artinya : "Pada hari(ketika) wajah mereka dibolak-balikkan dalam neraka, mereka berkata, "Wahai, kiranya dahulu kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul."

Kalimat ini diucapkan oleh orang-orang yang semasa hidupnya melalaikan perintah Allah SWT dan Rasul-Nya. Sebenarnya mereka mengetahui kebenarannya, namun enggan untuk mentaati perintah Allah SWT.

Itulah kalimat-kalimat penyesalan yang diabadikan dalam Al-Qur'an. Sebesar apapun penyesalan yang diungkapkan, tidak akan mampu merubah keadaan d hari kiamat. Oleh karena itu, selagi kita masih diberi  kesempatan untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik lagi, marilah kita berjuang untuk melakukan kebaikan sebagai bekal dihari akhir sebelum datang hari penyesalan.

Sumber : http://www.wajibbaca.com/2017/05/kiamat-pasti-ada-lantas-7-kalimat.html

Cowok ini Baca Ayat Tentang ZINA Dekat Pasangan yang Asyik Pacaran. Lihat Reaksinya!

Sebuah eksperimen unik dilakukan oleh seorang cowok yang berprofesi sebagai youtuber. Alih-alih memberikan nasehat kepada muda-mudi yang sedang pacaran, hal yang dilakukan cowok ini cukup ekstrim.


Youtuber asal Lampung ini, membacakan ayat suci Al Qur'an di dekat remaja perempuan dan laki-laki yang sedang asyik berdua-duaan. Berbekal kamera dan ide-ide menariknya, berbagai video eksperimen sosial dibagikan olehnya.

Ekperimen ini dilakukan oleh seorang Youtuber bernama Fabi Hasbi Assidiq

Ibaf Bafi bikin sosial eksperimen via www.instagram.com

Fabi Hasbi Assidiq atau lebih akrab dikenal dengan nama Ibaf Fabi ini merupakan seorang video creator dan aktif di Youtube. Ia merupakan anak muda asal Lampung. Melalui media sosialnya seperti Instagram, dan kanal Youtube, Ibaf membagikan hasil karyanya berupa video eksperimen sosial. Nggak sedikit dari video-video ini yang menginspirasi netizen. Dan baru-baru ini, sebuah video eksperimen sosialnya viral di dunia maya. Video yang ia unggah di kanal Youtube-nya ini berjudul Baca Ayat Tentang ZINA Di Depan Orang Pacaran, Coba Lihat Reaksinya.

Ia melakukan sosial eksperimen ini untuk melihat reaksi para pasangan yang didatanginya

Sosial eksperimen bacain al-qur’an deket orang pacaran via www.youtube.com

Eksperimen sosial yang ia lakukan ini adalah membaca Al-Qur’an di tempat umum. Tapi nggak cuma itu, Ibaf membacakan ayat Al-Qur’an bukan di sembarang tempat. Ia melakukan hal greget dengan sengaja mencari tempat di dekat pasangan yang lagi pacaran di tempat-tempat umum. Ayat yang ia bacakan pun juga nggak sembarangan. Ia membacakan surat Al-Isra ayat 32 tentang perbuatan mendekati zina. Melalui eksperimen sosialnya ini, Ibaf ingin tahu gimana reaksi pasangan yang lagi pacaran di tempat umum ini.

Setelah membacakan ayat Al-Qur’an dengan keras, Ibaf pun membacakan terjemahannya

Baca Al-Qur’an dekat orang pacaran via www.youtube.com

Dalam video tersebut, terdapat tujuh pasangan yang lagi kencan di beberapa tempat umum. Awalnya, Ibaf meminta izin untuk duduk di samping mereka. Setelah Ibaf membacakan surat Al Isra ayat 32 dengan suara keras, ia juga membacakan terjemahan dari surat tersebut. Bagaimana nggak pusing?

Baca Juga: Sultan Ternate Marah Besar dengan Aksi Duo Serigala, Ini Siksaan Bila Melihat Dangdut Vulgar

Rasa nggak nyaman pasti dirasakan oleh para pasangan tersebut. Berbagai reaksi pun muncul dari pasangan-pasangan ini. Ada yang terdiam saat mendengar Ibaf baca ayat Al-Qur’an, ada yang salah tingkah, ada juga yang langsung melengos pergi. Tapi intinya, dari eksperimen sosial ini, Ibaf ingin video tersebut bermanfaat dan berguna, entah sekedar hiburan atau sebagai sumber inspirasi. Wah, salut deh dengan Ibaf dan idenya yang greget. Indonesia butuh anak muda kayak begini nih, hihihi.

Penasaran dengan sosial eksperimennya? Kamu bisa cek full video-nya di bawah ini



Sumber : http://www.wajibbaca.com/2017/05/cowok-ini-baca-ayat-tentang-zina-dekat.html

7 Godaan Iblis Laknat Ketika Seorang Sedang Sekarat

Iblis laknatullah memang tidak akan pernah menyerah untuk menyesatkan manusia. Bahkan pada saat detik-detik terakhir hidupnya manusia, iblis datang dengan membawa 7 golongan dengan tujuan mengajak manusia untuk masuk ke dalam neraka.

Tak ada yang bisa selamat dari godaan iblis ini, KECUALI atas izin Allah SWT.

Oleh karena itulah kita senantiasa harus ingat akan ajaran yang disampaikan Rasulullah SAW untuk memohon perlindungan Allah SWT dari godaan iblis yang terkutuk.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW mengajarkan doa sebagai berikut,
“Ya Allah, aku berlindung kepada Engkau dari tipuan setan di waktu sakaratul maut.”

7 Golongan Penggoda Manusia Saat Sekarat
Ketika manusia sedang dalam keadaan sakaratul maut, ia akan menemui7 golongan iblis yang akan mengajak kesesatan.
Siapa saja mereka.

Golongan pertama adalah iblis yang datang dengan berbagai rupa aneh seperti emas, perak dan lain sebagainya.

Golongan kedua adalah iblis yang datang dengan menyerupai binatang buas seperti harimau, srigala, dan ular yang berbisa.

Golongan ketiga adalah iblis yang menyerupai binatang kesayangannya.

Sedangkan golongan yang ke empat aadalah iblis yang menyerupai orang yang paling dibenci oleh orang yang akan mati itu. Pada saat iblis datang, bisa dipastikan orang yang akan mati itu akan bereaksi dan mati tanpa mengingat Allah SWT.

Kelompok ke lima adalah iblis datang dengan menyerupai sanak saudarany seperti ayah dan ibunya sambil membawakan makanan dan minuman. Perlu diketahui bahwa orang yang dalam keadaan sakaratul maut itu sangat dan sangat mengharapkan makanan dan minuman karena saking dahaganya keadaan itu. Dengan begitu oang itu akan mengambil makanan dan minuman dari iblis yang menyerupai ayah dan ibunya.

Rombongan ke enam adalah iblis yang menampakkan diri sebagai ulama-ulama yang membawa banyak kitab sambil berkata, “Wahai muridku, ternyata kamu sedang sakit di sini, karena itu aku bawakan kamu dokter dan obat-obatan.”

Tanpa pikir panjang, orang itu langsung meminum obat itu. Seketika sakitnya hilang, namun kemudian kambuh lagi. Setelah itu, iblis berkata,
“Kali ini kami datang kepadamu untuk memberi nasehat agar kamu mati dalam keadaan baik, tahukah kamu bagaimana hakikat Allah SWT?”
“Aku tidak tahu,”jawab orang yang sekarat itu.

Ternyata Hanya Tipuan Iblis
“Ketahuilah,aku ini adalah seorang ulama yang sangat hebat. Kami baru saja kembali dari alam gaib dan telah mendapatkan surga tertinggi. Cobalah kamu lihat surga yang akan disediakan untukmu. Kalau kamu ingin mengetahui zat Allah SWT, maka patuhilah kami, “ucap iblis.

“Bagaimana Zat Allah itu? “tanya orang yang sekarat itu.
“Tunggulah sebentar lagi, dinding dan tirai akan dibukakan kepadamu, “jawab iblis.

Ketika tirai yang berwarna warna itu dibuka selapis demi lapis, maka orang yang dalam keadaan sekarat itu pun dapat melihat sebuah benda yang sangat besar, seolah-olah lebih besar dari langit dan bumi. “Itulah dia Zat Allah SWT yang patut kita sembah, “jawab iblis.

“Wahai guruku, bukankah ini adalah hanya benda yang benar-benar sangat besar saja dan memiliki enam sisi seperti benda lain, atas bawah, kanan kiri dan depan belakang. Padalah Zat Allah SWT tidak menyerupai makhluk, Dia Maha Sempurna, Maha Suci dari sifat kekurangan. Tapi sekarang ini pula keadaannya, lain dari dari yang aku ketahui dulu. Tapi sekarang yang patut aku sembah ialah benda yang besar ini, “ujar orang yang sedang sekarat itu.

Dalam posisi penuh keraguan seperti itu, tiba-tiba Malaikat Maut datang dan terus mencabut nyawanya.
Maka matilah orang itu dalam keadaan kafir dan kekal di dalam neraka.

Rombongan yang ke tujuh atau yang terakhit adalah rombongan iblis yang datang dengan 72 barisan yang mengajak manusia tersesat di akhir hayatnya.

Astaghfirullah…

Semoga kita semua dimatikan dalam keadaan Khusnul Khatimah.
Amiiin…

Sumber : http://www.wajibbaca.com/2017/05/7-godaan-iblis-laknat-ketika-seorang.html

Sabtu, 15 April 2017

Bolehkah Golongan Murtad Kembali Kepada Islam?

Dalam al-Quran ada disebut mengenai persoalan ‘orang yang paling celaka, fasiq sesudah beriman’. Di sini saya ingin bertanya mengenai perbuatan orang Islam yang murtad dan menjadi Kristian tetapi selepas itu memeluk Islam semula. Saya ingin tahu apakah hukum Islam mengenai perbuatan orang seperti itu. Adakah perbuatan seumpama itu dibolehkan dalam Islam? Mohon penjelasan.
Mohd Shahbudin b. Ahmad
Damansara, KL.


JAWABAN
Sebagai seorang Muslim, kita wajib untuk meyakini bahawa Islam adalah satu-satunya agama yang benar dan diterima oleh Allah SWT. Allah berfirman, maksudnya : “Sesungguhnya agama (yang benar dan diredai) di sisi Allah ialah Islam” (Ali Imran:19).
Selain itu, Allah juga berfirman, maksudnya: “Dan sesiapa yang mencari agama selain agama Islam, maka tidak akan diterima daripadanya, dan ia pada hari akhirat kelak dari orang-orang yang rugi” (Ali Imran:85). Sebenarnya banyak lagi ayat al-Quran yang menerangkan kepada kita bahawa sesungguhnya Islam itu satu-satunya agama yang benar dan diturunkan Allah serta diterima-Nya. Dengan sebab itu, dalam pegangan agama, seseorang Muslim tidak boleh memperolok dan mempermainkan agama Islam yang telah menjadi iktikad serta keyakinannya selama ini. Adalah menjadi suatu dosa besar jika melakukan sedemikian.
Perlakuan seperti ini adalah merupakan satu jenayah agama yang sangat besar di sisi Allah SWT. Allah berfirman, maksudnya: “dan sesiapa yang murtad di antara kamu (berpaling tadah) dari agamanya (agama Islam) lalu dia mati sedang dia tetap dalam kekafiran, maka orang-orang yang demikian, rosak binasalah amal usahanya (yang baik) di dunia dan akhirat, dan mereka itulah ahli neraka, kekal mereka di dalamnya selama-lamanya” (al-Baqarah: 217).
Dalam ayat yang lain, Allah SWT berfirman, maksudnya: “sesungguhnya orang-orang yang beriman, kemudian mereka kafir, kemudian mereka beriman semula, kemudian mereka kafir sekali lagi, kemudian mereka bertambah-tambah lagi dengan kekufuran, Allah tidak sekali-kali akan memberi ampun kepada mereka, dan tidak akan memberi petunjuk hidayah kepada mereka ke jalan yang benar.” (an-Nisaa’: 137).
Berdasarkan ayat al-Quran tersebut, jelas menunjukkan bahawa orang seperti yang disebutkan dalam soalan saudara itu telah melakukan jenayah besar dalam ajaran Islam dan sekiranya dia murtad, maka segala pahala amalan yang dilakukannya sebelum ini samada sembahyang, puasa, zakat dan mungkin pelbagai ibadat lain lagi akan terhapus begitu sahaja.Dan amat malang sekali sekiranya orang tersebut meninggal dunia dalam kekufuran, maka dia akan menjadi orang yang mati dalam keadaan syirik kepada Allah serta dosanya pasti tidak akan diampunkan.Tetapi sekiranya dia Islam, kemudian murtad dengan menganut Kristian, selepas itu memeluk Islam semula dan bertaubat bersungguh-sungguh kepada Allah serta memperelokkan agamanya berbanding sebelumnya, insyaAllah taubatnya itu akan diterima Allah SWT dengan syarat dia tidak lagi mempermain-mainkan agamanya. Sebaliknya terus berusaha menjadi seorang Islam yang baik, menghayati Islam sepenuhnya, mempelajari dan mengukuhkan lagi iman dan akidahnya kepada Allah SWT.
Sumber: http://www.muftiwp.gov.my/v1/index.php?option=com_content&id=174&lang=en

"Awalnya hidup saya susah, tapi setelah mengamalkan surah Al-Waqi’ah rezeki datang sama sekali tak dapat diduga"

Tak dapat dipungkiri semua rezeki datangnya dari Allah. Tak hanya itu, baik jodoh, sakit, sehat bahkan ajal kita tidak tahu. Yang ada hanya kita berusaha yang terbaik.

Seperti rezeki meski Allah sudah mengatur kita juga mesti berusaha, karena rezeki tak akan datang begitu saja. Dan setelah bersusah payah jangan lupa berserahlah kepada Allah, mintalah kepada Allah tentunya dengan menjalankan semua perintahnya dan menjauhi laranganNya.

Mengenai bertawakal itu ada sebuah kisah yang dikutip dari dirikhalifah.blogspot.co.id, yang InsyaAllah bisa menyadarkan kita bahwa doa itu sangat penting.

Salam semua

Sekadar berkongsi. Ambil yang baik, buang yang buruk.

Sy tak berhenti cari kerja, berbulan cari, padahal sy cari kerja part time je. Kedai high end, kedai makan, you name it, semua saya apply. Akhirnya sangkut satu company, buat sales, tapi takda basic, komisyen sahaja.

Bidang pun sy tak minat. Kos nak pergi kerja lagi bukan murah. Lepas reject tawaran tu, saya fikir banyak kali, kenapa lah tak cuba je kerja tu, entah entah saya boleh perform, dapat la jugak gaji. Memang menyesal. So sy job hunt lagi, berbulan lamanya.

Saya terbaca confession kat page ni, pasal Al-Waqiah magnet rezeki. Ya, benar. Ada satu malam tu, lepas solat subuh, saya baca Al-Waqiah, niat utk dimurahkan rezeki. Tapi Allah sentuh hati saya malam tu. Menangis saya baca Al-Waqiah. Kenapa? Sebab saya baca maksud surah tu sekali. Saya ingat maksud surah tu berkait dengan rezeki, rupanya tidak.

Sayu hati masa baca, teringat banyak dosa saya buat sebelum ni. Saya buat solat sunat taubat. Zikir tak henti, mintak ampun tak henti, doa tak henti. Sampai saya letih.

Esok nya saya sambung cari kerja semula. Then petang tu, saya bukak email, ada dua email dari company yang saya pernah apply. Email pertama, mereka kata permohonan gagal, dalam hati saya, saya patut sedar diri, tak mesti buat ibadah satu malam, terus makbul doa, lagi lagi banyak dosa saya sebelum ni.

Saya pun bukak email kedua, mungkin company ter-resend email sama. Tapi sbenarnya email kedua tu jemput saya pergi interview, untuk jawatan yang berbeza. Alhamdulillah, saya tahu tak mesti saya dapat kerja tu, tapi sekurangnya diberi peluang untuk pergi interview, dapat atau tak, tu Allah je boleh tolong.

Selang beberapa hari, saya dapat mesej dari bekas majikan saya, tanya saya free tak, nak mintak saya kerja dengan dia satu dua hari, Alhamdulillah. Sehari dua pun, ada jugak dapat duit dari tak buat apa.

Malam yang sama, saya pergi berbuka puasa di masjid. Berkat terawih tiap malam juga agaknya, ada akak ni yang saya selalu bertegur kat masjid, dia tanya saya nak kerja tak. Gaji mahal, tapi part time. Alhamdulillah.

Nampak tak the power of dua’s on Ramadhan, the power of Al-Waqiah, the power of taubat, the power of ibadah. Tiga tawaran kerja part time sekaligus.

Saya cari part time sebab saya duduk di negara orang, visa lagi beberapa bulan expired. Saya student di negara yang islamophobia kuat. Saya bertudung, Islam. Jadi memang lagi susah kalau nak dapat kerja.

Apa pun saya bersyukur sangat sekarang. Jadi yang belum dapat kerja, or duit asyik tak cukup, cuba lah baca Al-Waqiah, solat fardhu jangan tinggal. Lagi dekat kita dengan Allah, lagi Allah kasihi kita. Perancangan allah hebat, jadi jangan pernah putus asa.

Sumber : http://www.wajibbaca.com/2017/04/awalnya-hidup-saya-susah-tapi-setelah.html

Rabu, 12 April 2017

Wahai Ibu, Jangan Tidur Malam Sebelum Mendoakan Anakmu

Sahabat Ummi, sudahkah kita membiasakan diri mendoakan anak-anak kita, saat sujud dalam shalat atau sebelum tidur malam misalnya?

Orangtua terutama ibu perlu menyadari bahwa kesuksesan dan keberkahan hidup anaknya, salah satunya adalah berkat doa orangtuanya.

Jangan selalu salahkan sifat anak yang nakal, introspeksi diri apakah kita selaku orangtua memiliki andil dalam kenakalan anak? Sudahkah kita mendoakan agar sifat anak berubah menjadi baik, atau justru kita malah menyumpahinya?

Banyak kisah anak-anak nakal, dianggap terbelakang, atau dicap masa depan suram justru menjadi tokoh besar di kemudian hari disebabkan doa dan dukungan ibu yang tidak putus-putusnya.

Tak mengherankan, karena doa orangtua pada anaknya termasuk salah satu doa yang mustajab.

“Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi yaitu doa orang tua, doa orang yang bepergian (safar) dan doa orang yang dizholimi.” (HR. Abu Daud no. 1536. Syaikh Al Albani katakan bahwa hadits ini hasan).

Senantiasa doakan anak-anak kita, agar menjadi generasi gemilang di masa depan, jangan tidur malam di hari itu jika belum mendoakan anak ya Bun... Semoga Allah ridho pada orangtua yang meridhoi anak-anaknya.

Foto ilustrasi : Google

Sumber : http://www.ummi-online.com/wahai-ibu-jangan-tidur-malam-sebelum-mendoakan-anakmu.html

Ini Alasan Mengapa Para Ayah Harus Memperhatikan Kebutuhan Ibu Menyusui, Termasuk Kebutuhan Pakaian Busui-friendly

Kalau Ibu hamil ditanya soal benda apa saja yang harus disiapkan menjelang persalinan, hampir bisa dipastikan bahwa pakaian 'busui-friendly' termasuk dalam list mandatori, selain seabreg pernak-pernik perlengkapan bayi yang lucu-lucu itu.



Busui adalah singkatan dari Ibu menyusui, sedangkan pakaian busui-friendly adalah pakaian yang bersahabat alias ramah bagi ibu menyusui. Ciri khas pakaian busui-friendly adalah memiliki kancing atau resleting di bagian dada. Dengannya, Ibu akan mudah untuk menyusui anaknya. Di antara sekian banyak hal yang mesti dipersiapkan para Ibu agar sukses menyusui, pakaian ini tak boleh ketinggalan.



Tapi pernahkah anda mengira bahwa kebutuhan pakaian 'busui-friendly' bagi ibu-ibu ini turut mendapat perhatian spesifik di dalam Alquran?



Dalam Quran surat Al-Baqarah ayat 233, Allah berfirman, yang artinya:



“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi rizqi dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita karena anaknya dan jangan pula seorang ayah menderita karena anaknya. Dan ahli warisnya pun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”



Ayat di atas sering digunakan sebagai dasar anjuran untuk menyempurnakan penyusuan hingga dua tahun. Namun, bukan hanya itu. Ayat di atas sebenarnya berisi anjuran agar para Ayah memperhatikan kebutuhan para Ibu menyusui, salah satunya, kebutuhan akan pakaian.



Selain itu, ayat ini juga membahas pembagian peran Ibu dan Ayah yang tengah berjibaku dengan kewajiban membesarkan bayinya.





Memperhatikan Kebutuhan Ibu Menyusui



Perhatikan bagian,



“Dan kewajiban ayah memberi rizqi dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf.”



Kata “rizqi” oleh sebagian ulama diartikan sebagai “makan”. Kita tahu bahwa untuk menghasilkan ASI yang berkualitas dan banyak, seorang Ibu mesti mengonsumsi makanan yang bergizi tinggi, seperti sayuran hijau, daging, serta buah-buahan, dan makanan yang memicu munculnya mood positif (tenang dan bahagia) seperti cokelat dan pisang. Makanan bergizi tinggi penting untuk kualitas ASI yang bagus. Sementara makanan pemicu mood positif penting untuk kelancaran ASI, sebab produksi ASI akan bergantung pada suasana hati/mood Ibu, jika Ibu tenang, bahagia, lewat prosedur hormonal, insya Allah produksi ASI akan berlimpah.



Meski demikian, kata rizqi juga secara umum berarti nafkah. Artinya, bukan hanya makanan. Bisa juga termasuk : Terpenuhinya kebutuhan akan rasa aman dan nyaman (misalnya terkait tempat tinggal dan kendaraan), kebutuhan akan kesehatan, dan lain lain.  Dan kewajiban tersebut dibebankan kepada Ayah. Artinya, persoalan menyusui pada hakikatnya bukan hanya tanggung jawab Ibu saja. Alquran secara gamblang menerangkan bahwa Ayah pun punya peran dalam menyukseskan pemberian ASI.



Selain itu, yang menarik, selain memberi rizqi atau makanan atau nafkah, dalam ayat di atas Ayah juga diwajibkan untuk memberikan pakaian. Muncul pertanyaan, mengapa mesti pakaian? Mengapa pakaian disebutkan secara spesifik? Dan pakaian apa yang dimaksud?



Memang tak disebutkan secara detail pakaian yang seperti apa yang dimaksud.  Namun, akal kita dapat memaknainya. Bahwa pakaian yang dimaksud adalah pakaian yang memudahkan para Ibu untuk menyusui, alias pakaian yang busui-friendly.



Apakah gamis, atau blus. Kalau gamis, apakah yang model A-line atau klok. Apakah yang bahannya jersey, balotelli, woolpeach, atau katun jepang. Apakah yang pakai kancing atau zipper. Tentu ayat ini tidak sedetail deskripsi produk di online shop. Hanya saja, esensinya dapat kita pahami bahwa yang penting pakaian tersebut friendly alias bersahabat, nyaman, aman, bagi Ibu menyusui. Mungkin termasuk friendly di kantong juga, ya.



Sebagai Ibu yang ingin menyusui dengan sukses, dan sebagai muslimah yang tetap ingin menjaga auratnya, seorang perempuan tentu membutuhkan pakaian yang ‘busui-friendly’ dan tetap menutup aurat. Begitu besar perhatian Allah terhadap kenyamanan para Ibu sehingga Allah, melalui ayat ini, secara eksplisit mengingatkan para Ayah untuk memperhatikan pakaian istrinya. Tentu setelah melahirkan, tidak semua pakaian lama bisa digunakan lagi. Ibu menyusui butuh pakaian yang memiliki bukaan di depan, cukup longgar supaya tubuhnya, yang biasanya  bertambah bobotnya usai hamil dan melahirkan, tertutupi dengan baik (tidak ketat), juga kerudung/hijab yang cukup lebar untuk menutupi dada.



Masya Allah. Sekali lagi, Alquran secara gamblang menerangkan bahwa Ayah pun punya peran penting dalam menyukseskan pemberian ASI.



Sampai di sini, siapa yang langsung berniat untuk men-tag suaminya untuk membaca tulisan ini? Hehe. Ibu-ibu langsung punya 'senjata’ baru deh untuk minta gamis dan kerudung baru. Eits, tapi tunggu dulu, Bu. Tahan dulu jempolnya. Tulisannya belum selesai, dan justru tulisan berikut adalah bagian yang tak kalah penting, bahkan ini sangat esensial.



Bukan Menuntut, Tapi Memahami



Hal lain yang dapat kita pelajari dari ayat ini adalah soal pola hubungan suami dan istri pasca dikaruniai anak (khususnya saat anak masih bayi).



Perhatikan potongan ayat selanjutnya,



 "Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita karena anaknya dan jangan pula seorang ayah menderita karena anaknya.“



Potongan ayat ini masih berkaitan dengan potongan sebelumnya, yakni tentang kewajiban para ayah untuk memenuhi kebutuhan ibu dengan cara yang ma'ruf. Kata ”ma'ruf“ ada ulama yang mengartikannya sebagai "sesuai kemampuan.” Maksudnya, para ayah mesti berusaha semaksimal mungkin untuk melaksanakan kewajiban itu selama jalannya halal. Ditegaskan lagi lewat kalimat “Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya.” Artinya bahwa Allah sudah menjamin bahwa beban hidup akan sesuai dengan kemampuan.



“Jadi, jangan takut memiliki anak karena khawatir soal rezeki.”



Belum selesai sampai di situ, ayat ini juga menggambarkan secara implisit bagaimana kondisi psikologis ayah dan ibu saat dikaruniai anak.



Ibu, secara psikologis, akan berusaha memenuhi semua kebutuhan anaknya. Sehingga seringkali Ibu mengorbankan banyak hal, terutama dirinya sendiri, demi anaknya. Untuk itu, tak jarang ibu merasa menderita karena anaknya. Menderita di sini maksudnya adalah merasa lelah secara fisik, ditambah lelah secara psikis. Di sinilah ayat ini memberi pencerahan kepada para ayah agar jangan sampai membiarkan para ibu mengurusi anaknya sendirian sehingga mereka menderita karenanya. Sederhananya, hai para Ayah, bantulah para Ibu dalam merawat dan membesarkan anak.



Di saat yang sama, para ayah pun secara psikologis akan berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan ibu dan anaknya. Ayah pun berkorban banyak hal. Apalagi secara naluriah para ibu akan menuntut lebih kepada para ayah dalam urusan nafkah. Di sinilah ayat ini memberi pencerahan pada para ibu agar jangan sampai menuntut para ayah (dalam memberi nafkah) melebihi kadar kemampuannya. Sederhananya, kalau suami Ibu belum sanggup membelikan gamis rancangan desainer kenamaan, ya Ibu jangan menuntut terlalu banyak. Kan masih banyak toh gamis busui-friendly yang lucu dan ramah di kantong.



Secara garis besar, bagian ini meminta para ayah dan para ibu untuk saling memahami, bukan saling menuntut. Bukan berarti karena kewajiban menyusui diberikan kepada para Ibu, para ayah jadi lepas tangan. Bukan juga berarti karena kewajiban memberi nafkah dan pakaian diberikan kepada para ayah, para ibu berhak menuntut para ayah sesuka hatinya, melebihi kadar kemampuan para ayah. Yang benar adalah, masing-masing melaksanakan perannya dengan maksimal dan di saat yang sama saling membantu serta memahami peran satu sama lain. Indah luar biasa ayat ini, bukan?





Bermusyawarah, Budaya Wajib Ayah dan Ibu dalam Membesarkan Anak



“Dan ahli warisnya pun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan”



Poin terakhir yang menjadi poin penting dalam ayat ini adalah soal pentingnya bermusyawarah, bersepakat, berdiskusi, antar ayah dan ibu dalam membesarkan anaknya. Memang dalam ayat ini secara eksplisit dibahas mengenai penyapihan, yakni pembolehan untuk menyapih sebelum usia dua tahun jika ayah dan ibu telah sepakat dan rela (setelah bermusyawarah).



 Namun, jika kita lihat secara umum, hal ini bukan hanya berlaku dalam pemutusan soal penyapihan. Logikanya, dalam urusan sesederhana penyapihan saja ayah dan ibu dianjurkan untuk bermusyawarah, apalagi dalam urusan-urusan lain seperti metode pendidikan di rumah, peraturan di rumah, sampai pilihan sekolah. Bermusyawarah adalah budaya wajib dalam membesarkan anak. Kembali lagi, membesarkan anak adalah tanggung jawab ayah dan ibu, bukan ibu saja, bukan ayah saja. Sehingga, baik ayah dan ibu harus memutuskan bersama-sama soal apapun yang berkaitan dengan membesarkan anak.



Subhaanallah. Masya Allah.



Di sinilah kesempurnaan kitab suci Al-Qur'an patut kita syukuri. Begitu pentingnya penyusuan (dan bukti-bukti ilmiahnya pun telah kita ketahui) sampai-sampai Allah, melalui kitab-Nya, memberi pedoman dalam perkara penyusuan dan penyapihan, juga soal pengasuhan anak secara umum. Ayat ini hanyalah satu dari sekian banyak ayat soal pengasuhan yang patut kita ketahui dan kita amalkan.



Silakan tulisan ini di-share, di-tag ke suami/istri Anda, tapi jangan berhenti di tag dan share ya. Apalagi pakai embel-embel, “Tuh Ayah, baca ini…” atau “Bu, jangan kayak gini yaa.”



Setelah share dan tag, lanjutkan dengan diskusi dan bermusyawarah. Langsung kita amalkan poin kedua dan ketiga : saling memahami, bukan menuntut; dan membudayakan bermusyawarah, bukan sekadar menyuruh pasangan untuk membaca.



Sesungguhnya ayat ini begitu adil bagi ayah dan ibu. Semoga kita pun bisa menjadi adil. Aamiin. Selamat berjuang hai para Ibu dan Ayah!



________



1.      Disarikan dan dikembangkan dari kuliah Tafsir Ahkam Ibu Hj. Titin Suprihatin, M.Hum, 20 Desember 2016



2.      Disampaikan kembali oleh M. Ahsan Ibadurrahman



3.      Dituliskan oleh Urfa Qurrota Ainy





****

Profil Singkat



Urfa adalah seorang Ibu dari satu anak. Menulis adalah cara yang dipilihnya agar bisa bermanfaat bagi orang lain. Buku pertamanya yang berjudul "Happiness Laboratory : Meramu Kebahagiaan Hakiki" telah diterbitkan oleh Quanta Elexmedia pada tahun 2016.



Foto ilustrasi : Google

Sumber : http://www.ummi-online.com/ini-alasan-mengapa-para-ayah-harus-memperhatikan-kebutuhan-ibu-menyusui-termasuk-kebutuhan-pakaian-busuifriendly.html

Rabu, 29 Maret 2017

Cantik Gak Harus Mahal


Setiap wanita ingin selalu tampil cantik. Berbagai make up ia coba demi mempercantik dirinya. Padahal menjadi cantik tidaklah harus mahal.

Menurut Mb Afifah Afra dalam seminar bedah buku "Look I'm Verry Beautyful!" yang diadakan di Masjid Madegondo Sukoharjo Jawa Tengah 15 Januari 2017 lalu mengatakan bahwa menjadi cantik adalah dengan menjadi diri sendiri, percaya pada dirinya, smart dan juga cerdas. Tidak usah minder dengan kekurangan diri tapi berfokus pada perbaikan diri.

Mba Afifah juga mengatakan bahwa menjaga penampilan itu perlu tapi tidak perlu sampai berlebihan. Misalnya merawat diri dengan memakai pembersih, pelembab sekedarnya saja yang penting wajah dibersihkan.

Menurut Ustadz Herman dalam majlis ilmu juga dikatakan bahwa menjadi cantik dimulai dengan hati yang bersih, jiwa yang tenang, kyusuk, khudu dan waqor.

Artinya jika kyusuk dihatinya berarti jiwanya tenang dan hati juga tenang. Jika hati sudah tenang makanya menjadi khudu' yaitu tenang raga badannya, tidak tergesa-gesa dan terburu-buru. Nah yang terakhir jika sudah khudu'berarti tinggal waqor yaitu menjaga penampilan yaitu dengan berpenampilan bersih, rapi dan wangi. Bersih, rapi dan wangi tidak harus MAHAL tapi dengan senantiasa sederhana disetiap penampilan, anggun dalam berbicara, menjaga sikap, akhlak dan perilaku.

Jadi, menjadi cantik tidak harus mahal.



@dewher_Boyolali, Jawa Tengah_2017



Foto ilustrasi : Google

Sumber : http://www.ummi-online.com/cantik-gak-harus-mahal.html

Tips Samarkan Lingkar Hitam Bawah Mata dengan Lipstik Oranye


Sahabat Ummi, bagi yang memiliki lingkar hitam bawah mata yang amat kentara, bisa sekali menyamarkannya dengan teknik sederhana make up berikut ini.

Awalnya, teknik ini dipopulerkan oleh seorang beauty blogger bernama Deepica Mutyala. Ia menyarankan untuk menggunakan lipstik warna oranye kemerahan di bawah mata terlebih dahulu sebelum menggunakan concealer yang memang berfungsi sebagai penutup lingkar hitam atau noda jerawat.

Mengapa demikian? Kok bisa lipstik oranye menyamarkan lingkar hitam mata? Penata rias selebriti, Oonagh Cornor, menjelaskannya ke dailymail:

"Lingkar hitam di area mata biasanya memiliki tone warna biru atau keunguan. Ketika Anda melihat pada urutan warna, rona tersebut merupakan lawan kontras nuansa oranye kemerahan. Yang artinya warna lipstick tersebut memang dapat membantu menetralisir lingkar mata."

Tapi jangan salah cara aplikasinya yaa. Lipstik oranyenya jangan dioles atau digosok, melainkan ditepuk-tepuk alias ditap-tap saja dengan menggunakan jari. Kemudian memakai concealernya pun demikian, cukup ditap-tap dengan jari atau sponge. Kalau tidak begitu, bisa-bisa malah bikin berantakan dan warna bawah mata kita jadi merah muda.

Hmm, semoga bermanfaat. Selamat mencoba!

Foto ilustrasi: google

Sumber : http://www.ummi-online.com/tips-samarkan-lingkar-hitam-bawah-mata-dengan-lipstik-oranye.html

Senin, 20 Maret 2017

Ya Allah, Kasihan Anak SD ini. Pulang Sekolah Harus Langsung Berjualan


Instagram @nurainniade

Seorang anak yang masih mengenakan seragam pramuka terlihat bersandar di tembok sambil menunggu daganganya laku. Sepertinya ia terlalu lelah setelah belajar di sekolah, hingga rasa kantuknya pun tak tertahankan. Tanpa pulang berganti pakaian, ia langsung berjualan makanan.

Sungguh menyayat hati, anak seumur dia harus bekerja untuk mencari uang tambahan. Dari jual tisu, jual makanan kering sampai ngojek payungpun ia lakoni. Abil nama anak SD itu, diposting akun instagram @nurainniade, anak laki-laki ini biasanya berjualan di sekitar Universitas Indraprasta PGRI (UNINDRA) Rancho di Jalan Nangka No. 58C Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan (DKI Jakarta).

Baca Juga: Ibu Keempat Anak Yatim di Sumedang Sangat Malu Dikatakan Tak Urusi Anaknya

Berikut unggahan @nurainniade yang disertai dengan caption yang menyetuh hati,


Instagram @nurainniade

Dek, waktu aku seumur kamu kalau sepulang sekolah itu langsung istirahat dan tidur siang lho. Padahal sekolah aku waktu itu deket banget dari rumah, dan rasanya pengen buru-buru pulang ke rumah,apalagi kalau cuaca lagi terik. Dek, waktu aku seusia kamu, aku cuma tau jajan-sekolah-main. Dek, waktu aku seusia kamu alhamdulillah nasib aku lebih baik dari kamu. Kasian kamu dek, seharusnya seusia kamu sepulang sekolah itu makan,istirahat dan ngerjain PR. Tapi kenyataan kamu berlawanan dari apa yang semestinya. 7 dari 10 anak seusia kamu justru ada yang menyia-nyiakan nasib baik mereka, sedangkan kamu....di tiap harinya kamu jalan, jongkok, lari ke sana kemari memutari wilayah kampus dengan dagangan kamu yang seadanya karena tuntutan hidup. Dari jual tisu, jual makanan kering sampai ngojek payungpun kamu lakoni. Semoga kelak kamu jadi anak mandiri, kuat dan membanggakan orang tua yah dek😞
.
.
Nb: Anak ini namanya Abil. Biasanya Abil sering jualan di sekitar Universitas Indraprasta PGRI (UNINDRA) Rancho atau lengkapnya di Jalan Nangka No. 58C Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan (DKI Jakarta). Saya tdk menyuruh kalian utk membeli dagangannya. Tapi ingat, tanpa orang-orang seperti Abil ini kita tak akan pernah tau rasanya mengasihi sesama. Semoga ini bermanfaat dan berkah, amin Allahumma amin.



Beruntung kita yang diberikan rezeki. Maka dari itu kita harus syukuri.


Sumber : umi-online.com

Cara Jitu Gampang Bangun Subuh Tiap Hari

Kalau sudah kebiasaan ngaret shalat subuh, rasanya berat banget buat memulai bangun lebih awal.

Tidur memang kegiatan yang paling enak. Apalagi bagi mereka yang hobi banget berlama-lama di kasur. Rasa-rasanya mager banget kalau sudah di atas kasur bareng bantal dan guling, sampai-sampai sering telat bangun.

Padahal bagi muslim, setiap paginya punya kewajiban untuk shalat subuh tepat pada waktunya. Hal ini tentu jadi salah satu tantangan, karena harus rela bangun lebih awal buat shalat subuh. Kalau sudah kebiasaan ngaret shalat subuh, rasanya berat banget buat memulai bangun lebih awal agar nggak telat subuhnya.

Kalau kamu merasa seperti itu, ada baiknya kamu coba 12 tips jitu biar kamu nggak telat bangun dan shalat subuh dari brilio.net berikut ini.


1. Segala sesuatu yang dilakukan pasti harus diawali dengan niat


Ya, niat memang punya peran yang kuat dalam melakukan berbagai hal, termasuk bangun subuh. Jadi, coba ubah niat bangun pagimu dari "agar nggak telat ke sekolah atau kampus" menjadi "agar nggak telat salat subuh". menurut M. Ulin Nuha, Takmir Masjid Pondok Pesantren Al Luqmaniyyah Yogyakarta, dengan niat itu, maka alam bawah sadarmu akan mempersiapkan diri untuk bangun sesuai yang kamu minta.


2. Jangan tidur larut malam


Nah, ini juga penting diperhatikan kalau kamu memang ingin bangun subuh. Tubuh setiap harinya perlu istirahat yang cukup. Kira-kira dalam sehari dibutuhkan waktu 5-7 jam untuk istirahat. Jika kamu tidur larut malam, maka otomatis akan berpengaruh pada bangunmu. Coba ikuti kata Bang Rhoma: jangan begadang kalau tiada artinya.

3. Pasang alarm


Alarm bisa menjadi senjata buat kamu yang ingin bangun tepat pada waktu yang kamu inginkan. Pasang alarm sekitar jam 4 pagi agar kamu ada persiapan untuk shalat subuh. Kamu bisa manfaatkan fitur alarm yang ada pada smartphonemu.


4. Jika kamu tipikal orang  yang susah bangun, pasang alarm lebih dari satu


Ini catatan bagi orang yang  susah banget bangun. Cobalah pasang alarm lebih dari satu, karena biasanya orang yang seperti ini hanya akan bangun untuk mematikan alarm yang berbunyi. Dengan alarm cadangan kedua dan ketiga, harapannya kamu tetap bisa bangun awal dan nggak telat salat subuh.

5. Minta bantuan orang lain


Jika memang kamu susah bangun dengan alarm, cobalah minta bantuan keluarga, teman terdekat, atau bahkan yang paling ampuh minta dibangunkan gebetan. Mintalah mereka buat membangunkan dengan berbagai cara, mulai dengan ketok pintu kamar hingga telepon kamu. Secara reputasimu akan jatuh di depan gebetanmu kalau ternyata doi tahu kamu sulit dibangunkan untuk shalat subuh.

6. Usahakan jangan makan berat sebelum tidur


Usahakan untuk jangan makan sebelum tidur, karena kondisi perut yang terisi kenyang akan membuat kamu terbuai dengan nikmatnya tidur dan susah dibangunkan. Keadaan kenyang sebelum tidur juga membuat kamu akan bangun dengan keadaan capek. Ketika kekenyangan, asupan oksigenmu akan berkurang antara 20-40%. Itu akan membuat kamu hiperventilasi yang akan membuatmu susah mendengarkan azan subuh maupun alarm.


7. Pastikan ada risiko jika nggak bangun subuh


Memastikan ada risiko jika kamu nggak bangun subuh bisa jadi cara yang jitu  untuk membuat alam bawah sadarmu memaksa untuk bangun subuh. Misalnya kamu akan dimarahi oleh orangtua kalau kamu telat salat subuh. Bisa juga dengan risiko lain sesuai keadaanmu.

8. Beri hukuman buat diri sendiri jika telat bangun subuh


Memang orang Indonesia itu baru takluk sama yang namanya hukuman. Menurut Suratman, mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, memberikan janji hukuman jika telat bangun bisa menjadi cara agar tak telat salat subuh buat dirinya. Misalnya kamu berjanji pada dirimu sendiri kalau telat bangun dan shalat subuh, maka seharian itu kamu akan makan pakai tahu dan tempe. Nah, kamulah yang tahu ukuran hukuman yang pantas buatmu sendiri.

9. Bersihkan diri dan berwudhulah!


Membersihkan diri ternyata juga bisa menjadi cara untuk lebih bisa bangun awal. Jangan lupa cuci muka dan gosok gigi. Lebih baik lagi jika berwudhu, karena selain membersihkan muka dan mulut, kamu juga malah mendapatkan pahala karena melakukan kesunahan sebelum tidur. "Itu pengaruhnya sama suasana diri atau keadan fisik saat tidur sih," kata M. Ulin Nuha kepada brilio.net beberapa waktu lalu.

10. Buatlah waktu tidur yang konsisten


Segala sesuatu yang konsisten pasti akan berdampak baik. Begitu juga dengan tidur. Coba buat waktu tidurmu secara konsisten, misalnya tidur mulai pukul 22.00 dan bangun pukul 04.00. Jika itu bisa kamu lakukan selama satu minggu, maka bangun subuh tanpa cara alarm bukan masalah bagimu.

Baca Juga : 5 Keutamaan Sholat Subuh yang Luar Biasa Hingga Lebih Istimewa Daripada Apapun di Dunia

11. Baca surat-surat pendek sebelum tidur


Menurut M. Ulin Nuha, melakukan hal-hal yang disunnahkan oleh Nabi Muhammad SAW bisa mempermudah kita untuk bangun. "Cobalah sebelum tidur membaca Surat Al Ikhlas 3x, Surat Al Falaq, Surat An Nas, Surat Al Fatihah, Ayat Kursi, dan tiga ayat terakhir Surat Al Baqarah, selain mempermudan bangun juga kita mendapatkan pahalanya," kata M. Ulin Nuha.


12. Jika poin nomor 11 berat, cukup baca doa sebelum tidur


Nah, jika memang poin nomor 11 berat buat kamu lakukan, cukuplah kamu mengucapkan doa sebelum tidur.

Sumber : wajibbaca.com