Tampilkan postingan dengan label Islamiah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islamiah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Mei 2017

Bagaimana Bisa Silaturahim Menambah Rezeki, Ini Penjelasannya!

Silaturrahmi sering kita dengar suatu hal yang dapat membawa rezeki, namun pertanyaannya rezekinya darimana?


Sebagaimana hadist, bahwa orang yang bersilaturahmi akan diperluas rizkinya, dipanjangkan umurnya.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم مَنْ أََحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ عَلَيْهِ فِي رِزْقِهِ, وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ, فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ أَخْرَجَهُ اَلْبُخَارِيُّ.

Dari Abu Hurairoh r.a: Rosul bersabda barang siapa yang ingin diluaskan rizkinya, dan di panjangkan umurnya, hendaklah dia menyambungkan silaturahmi (H.R. Bukhori)

Apakah ketika kita bertemu dengan dengan seseorang lalu dia memberikan uang?

Tentunya tidak mesti demikian, banyak orang yang salah dalam menilai hal ini, mereka beranggapan ketika bersilaturrahmi dan berkunjung kepada keluarga secara otomatis mereka memberikan uang.

Namun sebenarnya yang dimaksud dalam silaturrahmi dapat menambah rezeki adalah ketika kita bertemu dengan seseorang apakah itu yang sudah dikenal maupun yang tidak kita kenal, tentunya ada basa basi sekitar keluarga maupun pekerjaan, nah disaat kita memberikan informasi tentang data diri kita, khususnya dalam bidang pekerjaan yang kita geluti maka secara tidak kita sadari di saat itulah rezeki kita bertambah.

Sebagai contoh: Jika Anda bertutur sapa dan mengenalkan identitas sebagai dokter dan secara kebetulan orang yang Anda temui mempunyai penyakit yang sesuai dengan bidang keahlian, maka Anda akan diminta untuk memeriksa penyakitnya, atau jika bukan dia yang sakit, dan di saat ada orang di sekitarnya yang sakit sesuai dengan keahlian Anda, paling tidak dia tau akan memanggil siapa.

Itu baru salah satu bentuk silaturahim menambah rezeki, yakni dengan berkenalan dan bertegur sapa dengan memperkenalkan aktivitas diri. Rahasia rezeki lainnya dari silaturahim adalah menginspirasi solusi dari permasalahan hidup yang sedang kita hadapi.

Baca Juga: Rasa Cinta Berubah Menjadi Kasihan dalam Rumah Tangga

Misalkan kita sedang terkena tipu, kemudian ketika sedang bersilaturahim, ada saudara atau kenalan tersebut yang ternyata pernah mengalami masalah yang sama, kemudian ia pun memberitahu solusi yang ia jalani, bukankah ini salah satu bentuk rezeki juga?

Jelas bahwa bersilaturahim dapat memperluas rezeki kita, jangan sampai kita malas untuk bersilaturahim, terutama pada saudara sekandung dan sekerabat.


Sumber : http://www.wajibbaca.com/2017/05/bagaimana-bisa-silaturahim-menambah.html

3 Waktu Munculnya Ribuan Setan Kuat dan Paling Jahat ke Dunia


Setan dan anak cucunya akan dengan segala upaya menggoda manusia agar berbalik dari rahmat Allah dan menjadi sesat. Karena itu kita harus selalu berhati-hati. Karena godaan setan ini begitu samar, tetapi sangat kuat jika iman kita sudah goyah.


malesbanget.com


Apalagi seperti diwaktu-waktu yang dipercaya munculnya ribuan hingga milyaran setan dan iblis ke dunia.

Mungkin bisa dikatakan memang benar karena berdasarkan kepercayaan orang-orang di zaman dulu kala. Namun, mitos ini pun ternyata dibuktikan secara ilmiah dan jawabannya akan lebih bisa diterima oleh akal sehat manusia. Berikut adalah 3 waktu paling keramat yang dipercaya para setan dan jin akan muncul ke dunia dikutip dari famous.id.

1. Menjelang Magrib

Kabarmakkah.com

Ketika masih kecil kamu mungkin akan sering mendengarkan kalimat ini “jangan keluar rumah karena sudah mau magrib, tidak baik”.

Baca Juga: Parah...! Pria ini Batalkan Pernikahan Saat Pesta, Alasannya Benar-Benar Tak Masuk Akal

Ternyata ada alasan kenapa kalimat tersebut harus sekali kamu dengarkan. Orang tua zaman dahulu berkata, jika waktu magrib merupakan waktu dimana banyak setan yang akan berkeliaran, dan menurut mitos dahulu kala jika ada anak-anak yang keluar atau bermain ketika magrib maka akan di culik oleh setan kolong wewe ataupun sundel bolong. Yak, itulah mitos yang sudah tidak asing dan sudah tersebar luas di masyarakat.

Sebetulnya waktu menjelang magrib merupakan waktu di mana warna alam berubah menjadi warna merah dan spektrum cahayanya mepunyai resonansi (peristiwa turut bergetarnya suatu benda karena pengaruh getaran gelombang elektromagnetik luar) yang sama dengan jin ataupun setan. Jadi, pada waktu tersebut jin dan setan yang keberadaannya memang ada di dunia ini, memiliki tenaga yang lebih kuat.

Oleh karena itu akan jauh lebih baik jika kamu menghindarinya dengan tetap berada di dalam rumah, sehingga dapat terhindar dari gangguan jin atau setan.

2. Tengah Malam

pixabay.com

Mitos ini sudah banyak sekali yang percaya dan bilang, ketika tengah malam tiba (identik dengan pukul 12 malam atau jam 00.00) merupakan waktunya jin dan setan untuk berkeliaran. Secara ilmiah dapat dijelaskan, alasannya yaitu karena malam selalu identik dengan kegelapan.

Langit malam yang terlihat hitam dan semua seakan menjadi bayang-bayang, membuat anggapan orang-orang jika setan akan muncul pada waktu tersebut.

Tengah malam merupakan tempat sugesti semesta, apalagi pada waktu tepat pukul 00.00 adalah saat bergantinya hari. Waktu yang menunjukkan pada titik '0', merupakan waktu di mana emosi manusia pun berada pada titik nol.

Kesan ini tidak bisa dihindarkan karena terbangunnya sugesti menyeramkan dalam keadaan emosi yang rendah.

3. Sepertiga Malam Terakhir

republika.co.id

Sepertiga malam terakhir atau biasanya identik pada pukul 03.00, merupakan jam ketika manusia sedang berada di puncak tidurnya, hal tersebut secara pisikologis disebut dengan istilah REM (Rapid Eye Movement) dalam tahap tidur. Bagi sebagian orang yang mempunyai kebiasaan begadang akan menjadikan otak memproses lingkungan yang berbeda, kekuatan otak yang menurun akan tetapi tubuh dipaksakan untuk terus terjaga.

Hal tersebut bisa menyebabkan sensasi dalam tubuh, yaitu salah satunya orang bisa mengalami Sleep Paralysis.

Dalam tahap tersebut, tubuh dapat merasakan beberapa sensasi seperti ketidakmampuan untuk menggerakkan tangan dan kaki, berbicara, tekanan di dada, reaksi teror atau panik, halusinasi pendengaran atau visual dan perasaan.


Sensasi tersebut bisa dicampur dengan semua kepercayaan, mitos dan cerita yang bisa membuat orang percaya bahwa serseorang sedang kerasukan setan atau roh-roh jahat yang sedang mengganggu. Jadi sebenarnya tidak lain kekuatan pikiran sendiri yang menciptakan setan dan roh-roh jahat itu muncul.

Nah, itulah 3 waktu munculnya setan ke dunia yang banyak dipercaya dan memang sudah menjadi cerita dari zaman ke zaman. Bagaimana, apakah kamu sekarang percaya atau masih belum yakin dengan penjelasan di atas? Jika punya jawaban lainnya, yuk share dan berikan komentarmu.

Sumber : http://www.wajibbaca.com/2017/05/3-waktu-munculnya-ribuan-setan-kuat-dan.html

Ini Loh Sosok Istri yang Bisa Menjerumuskan Suami Ke Neraka

Seorang wanita adalah media yang tepat bagi setan untuk menjerumuskan pria ke dalam lembah dosa. Oleh karena itu, waspadailah sifat-sifat istri berikut ini sehinga kita bisa mengatasinya dengan keimanan dan ketaqwaan kita pada Allah.

Sebagian besar dari kita menganggap bahwa sifat cemburu hanyalah dimiliki oleh seorang laki-laki. Padahal dalam hubungan suami istri, seorang wanita ataupun pria dapat mengalami sifat cemburu ini. Bahkan sifat cemburu ini harus ada dalam hubungan suami istri. Sering kita dengar bahwa semburu adalah bukti cinta kita pada pasangan. Namun, kita harus bisa mengontrol rasa cemburu itu, jangan sampai berlebih ataupun kurang. Inilah awal dari istri jerumuskan suami ke dalam dosa.


Perlu kita tahu jika tak adanya sifat cemburu dapat menghantarkan hubungan suami istri menjadi retak. Apabila seorang suami tidak memiliki rasa cemburu pada istrinya maka dapat mengakibatkan istrinya terjerumus dalam pergaulan bebas dan bermuara di neraka dan dosa. Jika suami tidak memiliki rasa cemburu dan hal ini disadari oleh istrinya maka sang istri akan mencari-cari celah agar membat sang suami cemburu.

BACA JUGA : Ucapkan Kalimat Zikir Ini, Malaikat Akan Bingung Mencatat Pahalanya

Seorang istri biasanya melakukan berbagai macam cara yang berdosa, seperti berpura-pura memiliki hubungan dengan laki-laki lain ataupun melakukan hobi maksiat. Perkembangan teknologi dapat membuat seorang istri kurang menghormati keberadaan suaminya dan seorang istri jerumuskan suami ke panas api Neraka.

Seorang istri dapat melakukan hal yang sederhana maupun yang luar biasa untuk menimbulkan rasa cemburu pada sang suami. Namun, terkadang mereka tidak sadar jika telah melakukan maksiat tersebut. Sebagai contohnya adalah seorang istri yang memiliki hobi melihat dan mendengarkan video lagu dangdut degan penyanyi yang memakai pakaian minim sehingga terlihat auratnya. Bahkan tidak hanya sekedar pakaian tapi juga jogetan erotis yang bisa menimbulkan syahwat. Mungkin, awalnya ia hanya ingin memberitahu suaminya tentang hobi yang ia miliki. Tapi, apabila hal ini terus berlanjut dapat menyebabkan petaka atau masalah dalam keluarganya.

Hobi istrinya ini dapat membuat sang suami juga ikut terjebak dalam hobi tersbeut sehingga sang suami sudah terbiasa dengan pakaian yang terbuka, goyangan yang erotis dan hobi tak bermanfaat lainnnya. Hal ini bisa saja menjerumuskan suami dalam maksiat. Apabila keimanan suami lemah maka dapat menimbulkan perbuatan dosa yang lebih besar.

Dengan menonton hal-hal ini maka dapat menimbulkan ketagihan bagi sang suami. Ia pun terjerumus terhadap umbaran aurat itu dan bisa saja mencari-cari objek lain yang dapat memuaskan keinginanya itu. Apabila nafsu jahat sudah merasuki hati dan pikirannya, barulah sang istri menyadari kesalahan ini bahwa dialah yang telah menjadi penyebab utama perbuatan dosa suaminya.

Kisah ini adalah salah satu contoh dan masih ada bentuk lainnya yang lebih parah. Sebagai seorang istri, seharusnya kita mengatahui kewajiban istri menurut Islam sehingga bisa menjaga pandangan suami agar tidak melihat hal-hal yang tidak diperbolehkan.

Lebih pekalah terhadap penyebab-penyebab itu seperti sering mengajak suami berbelanja ke mall atau tempat terbuka lainnya sehingga bisa melihat aurat wanita lain. Ingatlah juga bahwa adanya gadget dapat menimbulkan petaka dalam keluarga. Bisa saja seorang suami beralasan saat sibuk bermain gadget padahal ia sedang melihat hal-hal yang tidak seharusnya

Sumber : http://www.wajibbaca.com/2017/05/ini-loh-sosok-istri-yang-bisa.html

Astaghfirullah, 7 Orang Ini Sudah di Nas Tidak Akan Bisa Cium Bau Surga

Siapa yang tidak ingin masuk surga? Syaratnya yaitu dengan mengikuti semua perintah Allah SWT. Bau surga bisa tercium dari jarak 70 tahun perjalanan. Namun demikian, ada manusia yang tidak bisa masuk ke dalam surga. Jangankan masuk, mencium bau surga mereka tak bisa. Siapa saja mereka?.

Berikut hadits-hadits yang menerangkannya:


1. Orang yang Mencari Ilmu Akhirat Untuk Tujuan Dunia

Islam memerintahkan kita untuk menuntut ilmu sebanyak mungkin, terutama ilmu akhirat. Belajar ilmu akhirat ini dalam salah satu hadits biasa disebut fisabilillah. Tapi, bila ilmu akhirat dicari dengan tujuan duniawi, maka orang tersebut terancam tidak bisa mencium bau surga.

مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُ اللَّهِ لَا يَتَعَلَّمُهُ إِلَّا لِيُصِيبَ بِهِ عَرَضًا مِنْ الدُّنْيَا لَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَعْنِي رِيحَهَا

“Barangsiapa menuntut ilmu yang seharusnya untuk Allah SWT, namun ia tidak menuntutnya kecuali untuk mencari dunia, maka pada hari kiamat ia tidak akan mendapatkan bau surga.” (HR. Ibnu Majah, Abu Daud dan Ahmad; shahih)

BACA JUGA : Ini Loh Sosok Istri yang Bisa Menjerumuskan Suami Ke Neraka

2. Wanita yang Minta Cerai Tanpa Alasan

Seperti yang kita ketahui, bahwa perceraian adalah hal yang paling dibenci oleh Allah SWT. Boleh dilakukan untuk menyelamatkan keluarga-baik suami, istri maupun anak- dari kemudharatan yang lebih besar. Namun jika ada wanita yang minta cerai tanpa suatu alasan, maka ancamannya adalah tidak bisa mencium bau surga.

أَيُّمَا امْرَأَةٍ سَأَلَتْ زَوْجَهَا الطَّلَاقَ مِنْ غَيْرِ مَا بَأْسٍ فَحَرَامٌ عَلَيْهَا رَائِحَةُ الْجَنَّةِ

“Siapa pun wanita yang meminta talak pada suaminya tanpa alasan maka bau surga haram baginya.” (HR. Tirmidzi, Abu Daud, Ibnu Majah, dan Ahmad; shahih)

3. Orang yang Menyemir Rambutnya Khususnya Dengan Warna Hitam

Orang yang hobi menyemir atau mengecat rambut termasuk ke dalam kelompok golongan yang tidak bisa mencium bau surga. Golongan ini ada di masa setelah Rasulullah. Menyemir rambut dengan warna hitam dianggap sebagai hal biasa, padahal itu membuat pelakunya tidak bisa mencium bau surga.

يَكُونُ قَوْمٌ يَخْضِبُونَ فِي آخِرِ الزَّمَانِ بِالسَّوَادِ كَحَوَاصِلِ الْحَمَامِ لَا يَرِيحُونَ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ

“Pada akhir zaman nanti akan ada orang-orang yang mengecat rambutnya dengan warna hitam seperti warna mayoritas dada merpati, mereka tidak akan mendapat bau surga.” (HR. Abu Daud; shahih)

4. Orang yang Membunuh Kafir Mu’ahad

Islam sangat menjunjung toleransi dan perdamaian. Islam melindungi hak-hak manusia sebagaimana diatur dalam syariat. Maka seorang muslim tidak boleh membunuh orang kafir yang terikat perjanjian dengan pemerintah Islam (kafir mu’ahad). Jika seorang muslim membunuh kafir mu’ahad, ia terancam tidak bisa mencium bau surga.

مَنْ قَتَلَ مُعَاهَدًا لَمْ يَرَحْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ

“Barangsiapa membunuh orang kafir mu’ahad, maka dia tidak akan mencium bau wangi surga” (HR. Bukhari)

5. Orang yang Sombong

Kesombongan tidak bisa membuat pintu surga terbuka bahkan tercium sedikitpun tidak. Meskipun kesombongannya sangat kecil, sebesar biji dzarah.

عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ مَا مِنْ رَجُلٍ يَمُوتُ حِينَ يَمُوتُ وَفِى قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ مِنْ كِبْرٍ تَحِلُّ لَهُ الْجَنَّةُ أَنْ يَرِيحَ رِيحَهَا وَلاَ يَرَاهَا. فَقَالَ رَجُلٌ مِنْ قُرَيْشٍ يُقَالُ لَهُ أَبُو رَيْحَانَةَ وَاللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّى لأُحِبُّ الْجَمَالَ وَأَشْتَهِيهِ حَتَّى إِنِّى لأَحِبُّهُ فِى عَلاَقَةِ سَوْطِى وَفِى شِرَاكِ نَعْلِى قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لَيْسَ ذَاكَ الْكِبَرُ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ وَلَكِنَّ الْكِبْرَ مَنْ سَفِهَ الْحَقَّ وَغَمَصَ النَّاسَ بِعَينَيْهِ

Dari Uqbah bin Amir, bahwa ia mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah seorang laki-laki meninggal dunia, dan ketika ia meninggal di dalam hatinya terdapat sebiji sawi dari sifat sombong, akan halal baginya mencium bau surga atau melihatnya.” Lalu seorang laki-laki dari suku Quraisy yang bernama Abu Raihanah berkata, “Demi Allah wahai Rasulullah, saya benar-benar menyukai keelokan dan menggemarinya hingga pada gantungan cemetiku dan juga pada tali sandalku!” Rasulullah SAW bersabda: “Itu tidaklah termasuk kesombongan, sesungguhnya Allah ‘azza wajalla itu Indah dan menyukai keindahan. Akan tetapi sombong itu adalah siapa yang menolak kebenaran dan meremehkan manusia dengan kedua matanya.” (HR. Ahmad)

6. Menisbatkan Nasab Bukan Kepada Ayahnya

Nasab merupakan salah satu hal yang dijaga oleh Islam. Orang yang mengaku sebagai anak orang lain yang bukan ayahnya, ia juga mendapat ancaman tidak bisa mencium bau surga. Karenanya Islam melarang umatnya menisbatkan nama kepada nama orang tua angkat.

مَنْ ادَّعَى إِلَى غَيْرِ أَبِيهِ لَمْ يَرَحْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ قَدْرِ سَبْعِينَ عَامًا أَوْ مَسِيرَةِ سَبْعِينَ عَامًا قَالَ وَمَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ

“Barangsiapa mengaku keturunan dari orang lain yang bukan ayahnya sendiri tidak akan mendapatkan bau surga. Padahal bau surga telah tercium pada jarak tujuh puluh tahun, atau tujuh puluh tahun perjalanan.” (HR. Ahmad; shahih)

7. Wanita yang Berpakaian Tapi Telañjang

Jika orang yang sombong dan orang yang menisbatkan nasabnya kepada selain ayah pernah dijumpai di zaman Rasulullah, kelompok wanita yang berpakaian tapi tëlanjang ini tidak pernah dijumpai beliau. Namun, mereka pasti akan ada sebagai kelompok yang tidak bisa mencium bau surga. Dan, saat ini sabda beliau terbukti. Banyak wanita yang memakai model pakaian minim di zaman sekarang.

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلَاتٌ مَائِلَاتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا

“Dua golongan penghuni neraka yang belum pernah aku lihat; kaum membawa cambuk seperti ekor sapi, dengannya ia memukuli orang dan wanita-wanita yang berpakaian (tapi) telanjang, mereka berlenggak-lenggok dan condong (dari ketaatan), rambut mereka seperti punuk unta yang miring, mereka tidak masuk surga dan tidak akan mencium baunya. Padahal sesungguhnya bau surga itu tercium dari perjalanan sejauh ini dan ini.”(HR. Muslim)

Subhanallah, Demikianlah 7 Golongan Yang Tak Bisa Mencium Bau Surga, Semoga Allah golongkan kita bersama para Nabi, Syuhada’ dan Orang-orang shalih di Syurga-Nya, Aamiin

Sumber : http://www.wajibbaca.com/2017/05/inilah-7-golongan-yang-sudah-di-nas.html

Rabu, 12 April 2017

Silahkan Saja Berzina, Toh Hukuman Untukmu Sudah Jelas Adanya!


Bagaimana mungkin jika seandainya saja zina tak dilarang, apakah kamu sekalian masih ingin melakukannya? Banyak sekali kemungkinan buruk yang akan terjadi apabila memang dengan sengaja melakukannya. Oleh karena itu, Islam pun mengatur agar seorang muslim menjauhi perbuatan tersebut demi menjaga dirinya sendiri dari segala keburukan semisal dari dirinya sendiri, sampai hukuman yang diberikan kepadanya.

Zina adalah sebuah hubungan badan antara laki-laki dan perempuan tanpa memiliki ikatan yang sah dalam sebuah pernikahan. Dilakukan secara sadar serta tanpa adanya unsur syubhat. Zina merupakan perbuatan yang sangat tercela dan pelakunya mendapatkan sanksi atau hukuman yang sangat berat, baik hukum cambuk maupan rajam karena alasan yang dapat dipertanggung jawabkan secara moral dan akal.


Baca juga : Karena Dia Mematahkan Seluruh Anggapanku, "Aku Janda dan Siapa Penjamin Rezekiku?"

Hukum Zina

Zina oleh agama adalah perbuatan melanggar hukum yang tentu saja dan sudah seharusnya diberikan hukuman maksimal, mengingat akibat yang ditimbulkannya sangatlah buruk, lagi pula mengundang kejahatan , dan dosa. segala bentuk hubungan kelamin  diluar ketentuan agama adalah perbuatan yang membahayakan dan mengancam keutuhan masyarakat disamping sebagai perbuatan yang sangat nista. Allah Swt. berfirman dalam Surah Al-Isra Ayat 32

ولا تقربوا الزنى إنه كان فاحشة وساء سبيلا

“Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.”

Berdasarkan ayat diatas, setiap ummat islam dilarang mendekati perbuatan zina. Al-Qur’an dan sunnah secara tegas menjelaskan hukum bagi pelaku zina baik yang belum menikah (ghairu muhsan) yakni didera seratus kali. Sementara bagi pelaku zina yang sudah menikah (muhsan) dikenakan sanksi rajam. Rajam secara bahasa berarti melempari batu, sedangkan menurut istilah, rajam adalah melempari dengan batu pada pezina muhsan sampai menemui ajalnya. Dasar hukum didera atau cambuk adalah firman Allah dalam surah An-Nur ayat 2.

الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ وَلا تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

“Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, Maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.”

Adapun dasar penetapan hukum rajam adalah hadis Nabi Muhammad SAW:

حذو عني حذو عني قد جعل الله لهن سبيلا البكر بالبكر, جلد مائة ونفي سنة والثيب بالثيب جلد مائة والرجم

“Ambillah dariku! Ambillah dariku! Sungguh Allah telah memberi jalan kepada mereka.  Jejaka yang berzina dengan gadis dijilid seratus kali dan diasingkan selama satu tahun. Dan orang yang telah menikah melakukan zina didera seratus kali dan dirajam.” (HR. Muslim)

Macam-Macam Zina

Pelaku zina dikategorisasikan dalam dua macam, yaitu pezina muhsan dan gairu muhsan.

Zina Muhsan, adalah orang yang sudah baliq, berakal, merdeka, dan sudah pernah bercampur dengan pernikahan yang sah. Para ulama sepakat bahwa hukuman terhadap pezina muhsan adalah dirajam yaitu dikubur sampai batas pundak dan dilempari dengan batu sampai meninggal. Didasarkan atas hadis Nabi Muhammad SAW.

“Ada seorang laki-laki yang datang kepada Rasulullah saw. Ketika beliau sedang berada di dalam masjid. Laki-laki itu memanggil-manggil Nabi seraya mengatakan, “Hai Rasulullah aku telah berbuat zina, tapi aku menyesal.” Ucapan itu di ulanginya sampai empat kali. Setelah Nabi mendengar pernyataan yang sudah empat kali diulangi itu, lalu beliau pun memanggilnya, seraya berkata, “Apakah engkau ini gila?” Tidak, jawab laki-laki itu, Nabi bertanya lagi, “Adakah engkau ini orang yang muhsan?” “Ya!” jawabnya. Kemudian, Nabi bersabda lagi, “Bawalah laki-laki ini dan langsung rajam oleh kamu sekalian.” (HR. Bukhari Muslim )

Zina Ghairu Muhsan, adalah perawan atau perjaka yang melakukan hubungan badan. Bagi mereka adalah dicambuk seratus kali dan diasingkan selama satu tahun. Berdasarkan firman Allah SWT dalam Surah An-Nur Ayat 2 dan Hadis Nabi SAW yang artinya:

“Pezina perempuan dan pezina laki-laki, dideralah masing-masing dari keduanya seratus kali, dan janganlah rasa belas kasihan kepada keduanya  mencegah kamu untuk (menjalankan) agama (hukum) Allah, jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian; dan hendaklah (pelaksanaan) hukum mereka disaksikan oleh sebagian orang-orang yang beriman.” (Q.S. an-Nur /24:2)

Hukuman di atas adalah hukum agama yang secara prakteknya tidak diberlakukan di negara Indonesia karena dasar negara kita adalah pancasila. Yang perlu digaris bawahi adalah ketika had (hukuman) zina belum dilaksanakan di dunia, maka kelak di akhirat akan dimintai pertanggung jawaban atas hal yang serupa. Jadi, meski hukuman cambuk dan rajam bukanlah vonis di negara ini, setidaknya sebagai seorang muslim harus tahu hukum tersebut agar bisa menjadi rem bagi diri sendiri untuk tidak mendekati zina dan kelak di akhirat tidak dimintai pertanggung jawaban atas hukuman tersebut.

Hikmah Pelarangan Melakukan Zina

Beberapa hikmah pelarangan dan pengharaman zina :

Mencegah bahaya merajalelanya perzinaan, kemungkaran, dan pelacuran yang mengakibatkan kerusakan dan kehancuran peradaban dan menularkan penyakit yang sangat berbahaya. Tazkiyatun nafs atau membersihkan jiwa, mempertahankan martabat, melindungi keutuhan keluarga yang merupakan unsur utama masyarakat.

Sumber : http://www.wajibbaca.com/2017/04/silahkan-saja-berzina-toh-hukuman.html

Bukan Aku Menyerah Padamu, Tapi Jarak Itu yang Membuatku Telah Mengikhlaskanmu!


Saat kita kecil dan ibu kita sering sekali menasehati jikalau ada sesuatu yang hilang maka kita haruslah mengikhlaskannya. Ya, sesuatu tersebut mungkin saja ingin menemukan pelukan lain atau sedang tak ingin melihat kita di sini, sehingga ia pun pergi dan entah kapan akan kembali.

Namun ketika dewasa, mungkin hal inilah yang masih aku ingat hingga saat ini ketika aku memilihmu untuk menemani hari-hariku. Jika diingat-ingat engkau yang mengatakan akan pergi dan membutaku bertahan hingga saat ini untuk menanti. Ya, bisa saja aku menunggumu. Namun ketahui bahwa penantian itu memiliki batas.


Baca juga : Karena Dia Mematahkan Seluruh Anggapanku, "Aku Janda dan Siapa Penjamin Rezekiku?"

Dimana dirimu pun tak akan bisa mengulangi waktuku untuk menunggumu, ataupun tak akan mampu mengembalikan apa saja yang telah aku lewatkan demi berharap dirimu kembali. Ya, kembali ke sisiku entah itu sampai kapan. Maka, dari sinilah aku pun memilih untuk menyudahi dan akhirnya haruslah aku pergi dengan kerelaan hati.

“Ketika sebuah penantian ini tak kau hargai, aku memilih untuk menyudahi. Ketika kehadiranku kau sia-siakan, aku memilih untuk pergi.”

Tumpukan rindu yang belum sempat ku sampaikan ini akan ku uapkan saat kepulanganmu nanti.

Komunikasi diantara kita yang terjaga cukup baik, membuatku selalu percaya untuk tetap mempertahankan hubungan yang tidak mudah ini. Saling memberi kabar dan berbagi cerita, walaupun hanya via suara atau pesan singkat sudah menjadi tradisi yang kita jalani.

Maafkan aku. Tapi, cinta ini mulai membuatku curiga.

Hei, kita yang saat ini terpisah oleh jarak, aku sudah tak sanggup lagi menunggu.Bukan karena aku lelah lalu menyerah. Tapi karena kamu yang sudah tak lagi bisa kupercaya.Aku masih tidak mengerti mengapa kamu sampai hati membuatku terluka? Ketika yang lain sedang asyik bersama pasangannya. Selama kau disana, aku disini menciptakan kebersamaan dengan bayanganmu. Ketika kau ingin berkhianat, tidakkah kau ingat aku disini yang selalu setia? Saat kau mulai berbohong, tidakkah kau ingat aku yang selalu jujur padamu?

Selama kita terpisah, aku tak pernah menuntutmu untuk selalu ada waktu. Aku bahkan rela dinomorduakan karena kesibukan tugasmu. Aku tak pernah memaksa jika memang kau tak bisa. Aku terus bertanya-tanya. Katakan kurangku dimana! Tidakkah kau hitung berapa banyak waktu yang sudah kulewatkan untuk menunggumu.

Jangan jadikan jarak sebagai alasanmu untuk melepasku. Sebelumnya, kita (masih) baik-baik saja. Katakan, kalau memang ada cinta yang sedang membuatmu merasa nyaman. Biarkan aku memutuskan untuk mengakhirinya. Aku memilih untuk membiarkanmu pergi bukan karena aku sudah tak lagi cinta. Pergilah dengannya yang bisa membuatmu bahagia.


Biarkan aku disini mengobati setengah hatiku yang terluka karenamu. Aku rela bertahan ditengah sepi dengan tetesan air mata untukmu yang sudah tak terhitung lagi berapa jumlahnya. Aku belajar untuk mengikhlaskanmu. Membiarkan Tuhan menjalankan skenario-Nya dan menunjukkan yang terbaik dengan cara-Nya.

Kalau memang kita ditakdirkan untuk bersama kembali, berjanjilah padaku untuk tidak pergi dan menyakiti lagi.


Sumber : http://www.wajibbaca.com/2017/04/bukan-aku-menyerah-padamu-tapi-jarak.html

Jumat, 10 Maret 2017

AMPUUH..!! Bacalah Doa Ini Saat Bepergian, In Sha Allah Selamat dari Begal dan Gangguan Jin

ZONAISLAMI - Belakangan ini, berita aksi begal masih cukup marak dan membuat masyarakat resah. Selain mengajarkan bagaimana jika bertemu begal atau pelaku kriminal sejenisnya, Islam juga mengajarkan doa agar selamat dan dilindungi Allah ketika bepergian. 



Baik dari kejahatan fisik seperti begal maupun gangguan syetan dari golongan jin.

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مَنْ قَالَ – يَعْنِى إِذَا خَرَجَ مِنْ بَيْتِهِ – بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ. يُقَالُ لَهُ كُفِيتَ وَوُقِيتَ. وَتَنَحَّى عَنْهُ الشَّيْطَانُ

Dari Anas bin Malik ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, 

“Barang siapa yang ketika keluar dari rumahnya membaca doa “Bismillahi tawakkaltu ‘alallah laa haula wa laa quwwata illaa billah” (Dengan menyebut nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah, tiada daya dan upaya kecuali dari Allah), maka dikatakan kepadanya: kamu telah tercukup dan terlindungi, dan syetan pun akan menjauh darinya.” (HR. Tirmidzi; hasan shahih. Hadits senada diriwayatkan juga oleh Abu Daud)

Ustadz Hasan Bishri dalam buku Dahsyatnya Kekuatan Basmalah menjelaskan bahwa doa ini merupakan perisai diri yang ampuh dari berbagai macam kejahatan yang ada. “Insya Allah (dengan membaca doa yang diajarkan Rasulullah ini) kita akan aman dari segala macam gangguan yang ada di luar rumah,” terangnya.

Jika doa tersebut dibawa sewaktu keluar rumah baik ketika hendak pergi kerja atau safar, maka khusus untuk safar yang jauh dan bukan rutinitas, Syaikh Said bin Ali Wafd Al-Qathani menghimpun doa-doa lain dalam Hisnul Muslim sebagai berikut:

Ketika menaiki kendaraan hendak pergi safar, membaca doa:

اَللَّهُ اَكْبَرُ اَللَّهُ اَكْبَرُ اَللَّهُ اَكْبَرُ سُبْحَانَ الَّذِى سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِى سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ اللَّهُمَّ أَنْتَ

الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِى الأَهْلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِى الْمَالِ وَالأَهْلِ

“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Mahasuci Dzat yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Rabb kami. Ya Allah… sesungguhnya kami memohon kepadaMu kebaikan, taqwa dan amal yang Engkau ridhai dalam perjalanan kami ini. Ya Allah, mudahkanlah segala urusan dalam perjalanan kami ini, pendekkanlah jarak dari jauhnya bepergian dan pengganti bagi keluarga yang kami tinggalkan. Ya Allah Engkau adalah teman dalam perjalanan dan wakil dalam keluarga. Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari kesulitan dalam bepergian, pemandangan yang menyedihkan dan jeleknya kembali baik bagi harta maupun keluarga kami.” (HR. Muslim)

Ketika memasuki suatu wilayah, pulau atau negeri hendaklah berdoa:

اللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَوَاتِ السَّبْعِ وَمَا أَظْلَلْنَ وَرَبَّ الأَرَضِينِ السَّبْعِ وَمَا أَقْلَلْنَ وَرَبَّ الشَّيَاطِينِ وَمَا أَضْلَلْنَ وَرَبَّ الرِّيَاحِ وَمَا ذَرَيْنَ فَإِنَّا نَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذِهِ الْقَرْيَةِ وَخَيْرَ أَهْلِهَا وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ أَهْلِهَا وَشَرِّ مَا فِيهَا

“Ya Allah Rabb pemilik tujuh lapis langit dan apa yang dinaunginya, Rabb tujuh lapis bumi dan apa yang dikandungnya, Rabb para syetan dan apa yang disesatkannya dan Rabb angin dan apa yang dihembuskannya, aku mohon kepadaMu kebaikan daerah ini, kebaikan penduduknya, serta kebaikan yang ada di dalamnya. Aku berlindung kepadaMu dari keburukan daerah ini, keburukan penduduknya serta keburukan yang ada di dalamnya.” (HR. Hakim, Ibnu Hikam dan Baihaqi; shahih)

Dan ketika singgah di sebuah tempat atau daerah tertentu hendaklah berdoa:

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhlukNya” (HR. Muslim)


Dalam Syarah Hisnul Muslim, Syaikh Majdi Abdul Wahhab Al Ahmad menjelaskan bahwa sebagaimana hadits Rasulullah, keutamaan doa ini adalah pembacanya mendapatkan perlindungan dari Allah sehingga ia tidak diganggu bahaya apapun hingga meninggalkan tempat tersebut. Wallahu a’lam bish shawab. 




Sumber : www.bersamadakwah.com