Tampilkan postingan dengan label Kisah dan Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah dan Renungan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Maret 2017

6 Pelajaran Hidup dari Umi Pipik Dian Irawati : Sang “Bidadari Surga” Inspirasi Muslimah


“ Kuinginkan dia yang punya setia yang mampu menjaga kemurniannya. Saat ku tak ada ku jauh darinya, amanah pun jadi penjaganya. Hadirmu tempat berlindungku dari kejahatan syahwatku. Tuhanku merestui itu, dijadikan engkau istriku Engkaulah bidadari surgaku…”

Itulah salah satu penggalan lirik lagu  “Bidadari Surga” yang dinyanyikan almarhum Ustad Jefri Al-Bukhari atau yang lebih akrab kita panggil Uje untuk sang istrinya, Umi Pipik.  Bukan hanya lagu gombalan semata, bukan pula sekedar lagu sebagai koleksi saja, lagu ini memang suatu curahan isi hati  seorang Uje untuk sosok yang sangat dicintainya tersebut. Setiap lirik  terasa tulus dan jujur sebagai rasa syukur Uje terhadap karunia Allah yang telah mengirimnya seorang bidadari.

Bukan hanya karena Umi Pipik adalah istrinya sehingga almarhum Uje begitu memujinya Umi Pipik sebagai sosok bidadari yang Allah kirim kepada beliau. Tapi memang karena di dalam diri Umi Pipik tertanam sifat-sifat positif yang bisa menjadi insprirasi dan teladan bagi kita semua. Dirangkum dan disarikan dari berbagai sumber, berikut inspirasi hidup Umi Pipik Dian Irawati :

Pertama, sosok istri setia dan menerima apa adanya

Kita semua pastinya sudah tidak asing lagi kan Sob tentang cerita hidup almarhum Uje sebelum menjadi seorang ustad yang dicintai banyak masyarakat. Narkoba, dunia malam, premanisme, hal buruk apa  lagi yang tidak dilakukannya pada masa lalu. Sebuah kehidupan yang sangat bertolak belakang dengan profesi seorang Ustad yang membesarkan  namanya.

Bukan hal itu hanya sebelum beliau bertemu dan menikah dengan Umi Pipik. Setelah menikah pun perbuatan negatif tersebut masih terus menjadi tabiat buruk Uje. Apa Umi Pipik kecewa dengan itu semua? Pernahkan Umi Pipik terfikir untuk meninggalan Uje dengan semua hobi negatifnya?

Tidak, bukan hanya sebatas itu saja cinta yang Umi Pipik punya untuk Uje. Umi Pipik menerima segala kelebihan dan kekurangan Uje. Bahkan Umi Pipik harus rela hasil beliau bekerja dijadikan almarhum untuk membeli narkoba.

Kenapa Umi Pipik melakukan hal tersebut? Karena Umi Pipik terlalu sayang pada suaminya, melihat almarhum tersiksa karena ketergantungannya terhadap narkoba, membuat Umi Pipik merasa tidak tega. Hingga pada akhirnya Umi Pipik sadar, jika memang ia menyayangi Uje maka membiarkan Uje terus larut dalam narkoba bukanlah jalan yang tepat.

Kedua, suami dalam titik terendah, sabar dan tulus

Dengan tekat membimbing dan merawat suaminya, Umi Pipik meninggalkan pekerjaannya agar bisa fokus menjaga suaminya dari pengaruh buruk narkoba. Setiap kali Uje merasa ketergantungannya kambuh, Umi Pipik memeluk Uje erat. Mengajak Uje untuk istighfar, dan berdoa. Sungguh , Umi Pipik adalah salah satu sosok isteri yang setia dan sabar. Tidak mudah menemukan wanita sesabar dan setulus beliau di zaman sekarang.

Berkat ketabahan dan kesabaran Umi Pipik mendampingi Uje dengan cinta dan ketulusanya, Uje akhirnya move on dari kehidupan tersebut dan bahkan berubah drastis dari seorang pemain maksiat menjadi pendakwah agama. Bukan pendakwah biasa, beliau dicintai, dihargai dan diteladani banyak masyarakat karena tuturnya yang lembut dan bahasanya yang santun dan mudah dicerna. Sungguh, benar orang bilang, dibalik kesuksesan seorang laki-laki, ada wanita hebat di belakangnya.

Ketiga, ujian silih berganti, menghadapi ujian setegar karang

Saat paling berat dalam kehidupan Umi Pipik adalah saat dimana sang imam harus pergi meninggalkan dunia terlebih dahulu. Sobat tentu ingat kan kejadian bebarapa tahun silam saat seluruh masyarakat Indonesia berduka atas kehilangan salah satu tokoh yang banyak sekali jadi panutan tersebut. Sebuah kecelakaan motor tunggal telah menjadi pintu sang Ustad kembali untuk memenuhi janjinya pada Sang Khalik.

Kita saja yang hanya menjadi pengagumnya melalui media televisi tak kuasa menahan sedihnya kehilangan, apalagi Umi Pipik yang merupakan teman sejiwanya almarhum, belahan jiwa yang telah Umi Pipik dampingi mengarungi hidup dari titik terbawah. Sosok suami, ayah dan imam dalam keluarganya kini harus pergi, selamanya.

Sakit, ya sakit. Hati wanita mana yang tidak akan lara dan terpukul atas kehilangan orang yang paling dicintainya dalam hidup. Hati wanita mana yang bisa berkata baik-baik saja atas musibah besar yang dihadapinya. Benar Umi Pipik sedih, benar Umi Pipik terpukul, benar Upi Pipik kehilangan, namun rasa cintanya Allah jauh lebih besar dibanding apapun di dunia. Umi Pipik selalu percaya bahwa semua adalah hal terbaik yang Allah berikan.

Daripada terus larut dalam kesedihan, Umi memilih fokus membesarkan keempat buah hatinya agar menjadi seorang yang berguna juga seperti almarhum abi mereka. Meski masih ada luka dihati, masih ada rindu menggebu, Umi Pipik berusaha untuk tidak memperlihakannya  kepada semua orang terutama anak-anak. Untuk membuat anak-anaknya tidak larut dan tetap ceria, maka Umi Pipik memulainya dari diri sendiri dulu.

“Kita semua akan menghadap Allah, sekarang waktunya Abi, suatu saat pasti dipertemukan kembali” begitu jawaban tegar Umi Pipik ketika kembali dari makam Uje  dalam sebuah kesempatan.

Namun ujian Allah terhadap Umi Pipik tidak berhenti sampai di situ saja, setelah kepergian sang suami, hubungannya dengan sang mertua memburuk.  Kabar perselisihan antara dua wanita yang paling dicintai almarhum Uje tersebut pun menjadi pembicaraan hangat dimana-mana.

Umi Pipik memilih mengambil sikap diam dan tidak banyak bicara meski berbagai fitnah dan anggapan negatif diarahkan padanya. Umi Pipik memilih berhusnuzhan dan tidak memperumit masalah.  Belum selesai masalah tersebut, rumah yang dihuninya bersama anak-anaknya kebakaran. Sungguh ujian datang bertubi-tubi untuk menguji imannya.

Keempat, ujian beruntun, bukan mengeluh tapi mensyukurinya

Bagaikan benar seorang bidadari, tidak sedikitpun keluh, dan marah yang terpancar dari raut wajah wanita berparas cantik tersebut terhadap semua tudingan miring dan anggapan negatif yang ditujukan padanya. Begitu pula terhadap kasus kebakaran rumah yang  ternyata pelakunya  adalah orang yang ditolongnya. Dalam setiap wawancara Umi Pipik bahkan selalu mensyukuri semua ujian yang Allah berikan karena dengan begitu beliau bisa memperkuat imannya dan terus memperbaiki diri menjadi lebih baik.

Kelima, tak pernah merasa sempurna, terus memperbaiki diri

Kesetiaan, kesabaran, dan ketegaran Umi Pipik dalam menghadapi hidup membuat banyak orang bersimpati dan bahkan terinspirasi dari kisahnya. Makin hari Umi Pipik semakin diidolakan dan dijadikan panutan bagi para wanita. Sosok Umi Pipik menjelma menjadi sosok istri dan ibu yang dijadikan inspirasi apalagi Umi Pipik terus melanjutkan usaha suaminya untuk mendakwahkan agama.

Saat ini di Indonesia, Umi Pipik dikenal sebagai salah satu ustazah yang banyak dikagumi dan dicintai masyarakat. Namun, bagaimanapun Umi Pipik enggan dipanggil ustazah. Dengan sikap rendah hati dan tawadu’nya, beliau selalu merasa belum menjadi sosok yang sempurna. Masih banyak hal yang harus diperbaiki dan ditingkatkannya dalam setiap kesempatan berdakwah. Umi Pipik selalu bilang bahwa beliau tidak sedang berceramah, karena merasa tidak cocok dengan itu. Umi Pipik hanya menyebutkan bahwa beliau hanya berbagi pengalaman. Sungguh sebuah sikap rendah hati yang luar biasa.

Keenam, sosok malaikat buat anak-anaknya

Kenapa anak-anak Umi Pipik dan Uje bisa melewati ujian terberat dalam hidup mereka? Karena mereka mempunyai bidadari cantik sekaligus malaikat di samping mereka. Umi Pipik mengajarkan anak-anaknya bagaimana menyikapi setiap ujian sebagai sebuah nikmat. Itulah yang selalu Umi tekankan pada anak-anaknya. Umi Pipik selalu mengajarkan anak-anaknya untuk selalu bersikap tegar karena masalah dalam hidup akan selalu ada silih berganti.

Janjinya pada almarhum suami untuk mengantarkan anak-anak menjadi orang-orang yang berguna membuat Umi memprioritaskan anak-anak diatas segalanya. Segala curahan kasih sayang an cinta ia berikan karena sekarang hanya Umi Pipiklah umi sekaligus abi buat anak-anaknya.

Sobat, raga kita mungkin lemah tapi hati kita bisa tetap kuat, setegar karang. Masalah di dalam hidup bukan melemahkan, namun masalah adalah latihan untuk kita merasa kuat dan siap jika masalah lain datang.  Seringkali kita mengeluh ketika ujian datang menimpa, padahal ujian tersebut adalah salah satu nikmat Allah yang dengannya kita berkesempatan dapat tingkatan yang lebih mulia. Tinggal kita memilih mengeluh atau tetap tabah dan mensyukurinya.

Semoga kita bisa menganmbil pelajaran dari kisah Umi Pipik ya Sob. Menjadi wanita hebat, bidadari untuk suami, dan malaikat untuk anak-anak. 

Jumat, 10 Maret 2017

Astaghfirullah, Suami Begitu Mencintai Sosok Nyi Blorong, Apa Yang Akhirnya Terjadi ?

ZONAISLAMI - Seorang polisi yang berdinas di Sidoarjo sebut saja, Donjuan, 47, disebut-sebut punya kebiasaan aneh. Dia percaya memiliki istri gaib selain istri utamanya, Karin, 45. Donjuan menganggap istrinya itu adalah Nyi Blorong.




Sejatinya, misteri kisah cinta Donjuan dengan Nyi Blorong sudah diketahui Karin sedari tujuh tahun lalu. Sejak suaminya mengenal ilmu-ilmu gaib seperti itu, Donjuan berubah drastis. Terkadang, Donjuan suka bicara dan menciumi sebuah lukisan perempuan yang dianggapnya sebagai Nyi Blorong.

Tiap malam Jumat Pahing, Donjuan pergi ke pantai selatan untuk bertapa. Biasanya Donjuan berangkat bersama teman-temannya.

“Sebenarnya saya tidak masalah. Yang bikin masalah itu suami punya koleksi lukisan Nyi Blorong di kamarku. Kan malu sama anak dan saudara yang lagi main ke kamar,” kata Karin, warga Wiyung tersebut seperti dilansir Radar Surabaya.

Anaknya yang masih SMA juga berkali-kali protes. Bahkan, dua kali sudah anaknya minggat karena kesal dengan lukisan si Blorong milik sang ayah.

Karena sebab itulah, Karin mengajukan gugatan cerai di Pengadilan Agama, Klas 1 A Surabaya, pada Februari lalu. Sayangnya, pada proses mediasi lalu, Donjuan vs Karin sepakat untuk berdamai demi kepentingan keluarga dan juga harta gono gini.

“Emanglah. Sudah punya tiga rumah, dua sawah, masak mau pisah,” jelas Karin usai mediasi, kemarin (15/3).

Karin pun sudah berjanji tidak mau mengurusi kehidupan Donjuan dengan Nyi Blorong. Bagi dia, Nyi Blorong itu adalah barang gaib. Sementara, Karin menyatakan bahwa dirinya adalah manusia dan terlihat.

“Urusan suami sama Blorong. Sak karep-karepmu. Pokoke jatah tiap bulan jalan terus,” kata Karin tertawa terbahak-bahak.

Disinggung soal awal mula suami mengenal sosok Nyi Blorong. Karin mengaku tidak tahu persis perkembanganya. Namun, memang sejak datang dari Malang Selatan, si suami punya kebiasaan puasa putih atau makan nasi dengan garam saja.

Kebiasaan berlanjut dengan mengoleksi barang-barang yang disebutnya jimat. Ada keris, akik, batu permata dan lainnya. Koleksi jimat itu disimpan di gudang belakang yang kini dijadikan tempat persembahan Donjuan.

Tiap malam Jumat, Karin menuruti perintah suami untuk membelikan menyan dan bunga yang ditaruh di depan lukisan Nyi Blorong.

“Saya ndak tahu sih bedanya. Itu Nyi Blorong atau Nyi Roro Kidul. Tak biarin saja, tapi yang gak ngenakno ati itu ketika lukisan itu dipindah ke kamarku,” paparnya.

Karin merasa terganggu dengan lukisan tersebut. Apalagi, lukisannya sedikit porno dengan bagian dada dan bawah yang tidak tertutup selembar kain apapun.

“Cuma pakai mahkota saja lukisan itu. Pokoknya ngeri deh. Nanti suami tak suruh kembalikan ke tempat semula,” pungkasnya. 





sumber : www.bacauntuktau.blogspot.co.id

Selasa, 07 Maret 2017

MIRIS..!! Ibu Satu Anak Jual Makanan Secara Online, Belum Lama Berdagang Sudah Dituntut Masuk Penjara... Penyebab nya yang mengejutkan !!!

ZONAISLAMI - Pemilik online shop makanan ini harus merasakan dinginnya lantai penjara.
Dia dihukum karena telah melakukan ini.




Sekumpulan ibu-ibu di kota ini merasa punya kegiatan tambahan selain menjaga anaknya.
Kegiatan mereka itu adalah membuat sebuah komunitas pencinta makanan.
Di dalam komunitas Facebook itu, mereka saling berkomunikasi tentang segala hal.
Mulai dari memilih makanan, membagi cerita makanan sehat untuk anak-anak, hingga menjual makanan olahan sendiri.
Kumpulan ibu-ibu ini terdiri dari ibu rumah tangga dan ibu pekerja.
Mereka menamai dirinya komunitas 209 Food Spot.
Dan seorang ibu pun akhirnya berinisiatif menjual masakannya pada ibu-ibu lain.
Karena ada beberapa ibu yang mengaku tak sempat masak, dan ingin membeli makanan olahan sendiri dari komunitas ibu tersebut.
Seperti yang




dikutip dari KTLA, ibu yang bernama Mariza Reulas ini menjual ceviche pada ibu-ibu lain.
Ceviche adalah olahan hasil laut seperti ikan dan udang mentah bersama air jeruk, ubi, jagung, dan alpukat.
Makanan ini bercitarasa segar dan populer di daerah Stockton, California, Amerika Serikat.
Ceviche buatan Mariza pun populer di kalangan ibu-ibu.
Tapi apa yang terjadi kemudian membuatnya tak percaya.
Daerah tempatnya tinggal menuntut dirinya karena menjual ceviche.

"Padahal aku tak menjual pil, obat-obatan terlarang, atau minuman keras!" ucapnya.
Karena hal yang menurut Mariza tak masuk akal ini, ia harus menghadapi persidangan dengan potensi masuk penjara.
Pejabat terkait di daerah San Joaquin County, tempatnya tinggal, mengaku hal ini adalah pelanggaran hukum.
"Aku sungguh tak mengerti dan tak percaya hal ini bisa terjadi," sanggahnya lagi.
Ternyata, Mariza ingat ada seseorang yang membeli ceviche buatannya pada Desember tahun lalu.
Ternyata, orang itu adalah penyelidik yang menyamar sebagai pembeli.
Pihak berwajib mengatakan harus menindak karena ibu ini tak punya izin untuk menjual dagangan mereka.
Mariza dan 12 orang lainnya juga mendapatkan tuntutan serupa.
"Saya bukan yang membuat peraturan itu, tapi saya hanya menegakkannya, menurut para legislatif hal itu berbahaya karena menjual makanan tanpa izin," kata Kelly McDaniel, seorang jaksa San Joaquin County.
Karena hal ini, Mariza Reulas berkata ia sangat khawatir apa yang terjadi pada anaknya jika ia sampai masuk penjara.
"Apalagi saya orangtua tunggal, dan anak-anak saya mulai tak nyaman dengan hal ini," tambahnya.
Dari semua orang yang dianggap melanggar, Mariza adalah satu-satunya orang yang kasusnya dibawa ke pengadilan karena ia adalah satu-satunya orang yang menolah untuk menerima permohonan dari jaksa.
.
Sumber: https://kabarterbaru9.blogspot.com/2016/11/ibu-satu-anak-jual-makanan-secara.html?m=1#

YA ALLAH.!! Lama Tak Muncul di Layar Kaca, Begini Kondisi Gunawan Sekarang, Netizen: Sedih Lihatnya Jadi Gini..

ZONAISLAMI - Masih ingat dengan aktor tampan yang satu ini.
Ya dia adalah Gunawan Sudrajat, aktor senior yang kerap membintangi beberapa sinetron.




Gunawan sempat berjaya pada masanya bersama beberapa aktor tampan lainnya.
Di antaranya Primus Yustisio, Jeremy Thomas, dan lainnya.
Seperti beberapa aktor lainnya, kini Gunawan sudah jarang muncul di layar kaca.
Namun di usianya yang sudah 44 tahun, banyak fansnya yang bilang kalau mantan suami Paramitha Rusady itu masih terlihat awet muda.
Nah, lama tak terdengar kabarnya, ternyata kondisi Gunawan saat ini ternyata sedang tidak sehat.
Hal itu terlihat dari akun Instagram sang istri, Sybilla Ernova Hartoto Hardikusumo.
Tampak dalam akun Instagramnya, @lala_gunawan_s, ia kerap memposting foto-foto suaminya.




Seminggu yang lalu, ibu dua anak itu memposting foto Gunawan sedang terbaring di kasur rumah sakit.
"Persiapan mau operasi," tulisnya pada keterangan foto.
Sontak saja hal itu membuat beberapa netizen bertanya mengenai kondisi Gunawan.
Ia pun menjelaskan alasan kenapa suaminya itu dioperasi.
"Kakinya itu lohhh yg jatoh dulu angkat pen coz masalah mulu dia rasanya ama pen nya sakit mulu," tulisnya menjawab pertanyaan netizen.
Operasi itu dilakukan di Singapura sekaligus mengajak keluarganya berlibur.
Menurutnya, operasi angkat pen itu dilakukan karena Gunawan sempat mengalami kecelakaan motor dua tahun yang lalu.
Ia juga




mengatakan, setelah operasi suaminya harus menjalani masa pemulihan sekitar empat bulan.
Pun kini suaminya harus menggunakan tongkat.

Tak hanya itu, Lala juga menjelaskan mengapa ia memilih pengobatan di Singapura.
Hal itu dikarenakan adanya kesalahan penanganan medis di Indonesia pasca kecelakaan dua tahun lalu.





Ini yang ia ceritakan:
"Akhirnya boleh pulang Alhamdulilah..
Perjalanan 2thn dari kecelakaan motor kena infeksi..
Kesalahan penanganan medis di Ind ..
Berangkat ke spore opname 2minggu berbulan2 dengan tongkat hingga akhirnya setelah 2 thn plate bisa diangkat..
Kenapa kami tersenyum kenapa kami tertawa kenapa muka mas Gun senyum terus knp kami terlihat bahagia instead of muka sedih???
Doa kami tidak di sosmed doa kami pada Allah SWT tidak hanya kemarin atau hari ini doa kami setiap hari ..
So pls stop judge stop menghakimi..
Bila anda tidak mengenal kami stop berkomentar yang tidak penting karena anda tidak tau kehidupan kami..
Biarkan kami bahagia dengan cara kami..
Terima kasih atas doa teman2 para fans sodara semua...
Today Gun sudah bisa discharged.. terima kasih semua.. we love u all".

Instagram @lala_gunawan_s

Ia pun kerap kali memposting foto Gunawan dalam beberapa kegiatan dengan tongkatnya.




Wah, tetap semangat ya Mas Gunawan dan semoga lekas sembuh !
Sumber: https://kabarterbaru9.blogspot.com/2017/01/lama-tak-muncul-di-layar-kaca-begini.html?m=1#

Kisah Nyata!! Kisah Seorang Mualaf, Wanita Ini Dahulu Benci Islam Tapi Kini Mencintainya

ZONAISLAMI - Fitri menangis sesengukan ketika menceritakan masa lalunya kepada ratusan orang di Masjid Gedhe Kauman. Kisah perjalanan rohani menemukan Islam sebagai agama yang diyakini hingga saat ini.




TANPA tedeng alin-aling, dahulu fitri mengaku sangat membenci Islam. Waktu itu dia meyakini Islam adalah agama yang keras, dia tahu itu melihat kelakukan orang-orang yang berbuat tak benar mengatas namakan Islam.
Di samping kebenciannya itu, wanita tersebut merasakan ragu dan keresahan yang tak kunjung mendapatkan ketenangan.
Fitria memeluk agama Islam pada 2012, sebelumnya, dia adalah aktifis remaja di agamanya terdahulu. Fitria rajin pergi ke tempat ibadahnya, namun ia tidak mendapatkan ketenangan. Malah keresahanlah yang terus ada di dalam dirinya.
Tahun 2010, ia mulai meninggalkan agamanya. Disitulah yang mulai melakukan pencarian sendiri. Suatu waktu ia membaca arti dari ayat Al-Quran yaitu surat Al-Ikhlas.
"Saya mendapatkan pencerahan dari ayat itu ditambah merasa tenang ketika mendengarkan orang mengaji,",katanya.

"Saya sempat mencari di kitab agama saya terdahulu. Ketika beribadah bukannya tenang. Tepuk tangan di mana-mana. Ketika itu saya mulai ragu terhadap agama saya," ungkap Fitria dalam sebuah majelis bertajuk "Bincang Mualaf", Kamis (30/6/2016) petang di Masjid Gedhe Kauman.





style="font-family: "verdana" , sans-serif;">

Seiring berjalannya waktu, Fitria terus belajar agama Islam. Akhirnya ia mendapatkan ketenangan itu. Ia pergi bersama salah satu orang terdekatnya ke masjid. Sudah tidak ada keraguan di dalam dirinya, ia ingin masuk Islam. Ketika melihat masjid, kekaguman lah yang ia rasakan.

"Saya disuruh ambil wudhu dulu. Ketika mau masuk masjid, saya menggunakan alas kaki. Lalu saya dikasih tau kalau mau masuk masjid tidak boleh menggunakan alas kaki. Di situ saya mengetahui bahwa masjid adalah tempa yang suci. Ketika masuk masjid, saya seperti orang kampungan, saya lihat seluruh isinya. Saya makin kagum, saya tidak melihat orang disekitar saya, saya sangat kagum," papar Fitria sambil sesegukan.

Hal lain dikatakan oleh Fandi Wiyogo Gunawan, seorang mualaf asal Tulung Agung keturunan Tionghoa. Ia menjadi mualaf sejak 2006 silam. Saat itu Fandi masih duduk di bangku SMP. Ada sebuah pemahaman di dalam dirinya, "Ketika ingin mengenal tuhan, kita harus belajar dari kitabnya". Namun Fandi malah tidak mengenal tuhannya saat itu, malah merasa menjadi jauh. Ia bertanya dalam diri, "Apakah agama saya ini benar?".


"Saya belajar semuanya. Namun saya menemukan kebenaran di dalam Islam. Saya mulai belajar salat sendiri di mushola sekolah, karena di rumah tidak bisa. Orangtua saya tahu, dan saya mendapatkan tekanan dari mereka. Namun saya tidak balik menekan, saya beri pemahaman mereka," ujar Fandi.



Sejak 2010 lalu, satu persatu anggota keluarga Fandi pun mulai memeluk agama Islam. Setelah menjadi mualaf, iapun mendapatkan cemoohan dari orang-orang sekitarnya. Banyak yang meremehkan ilmu keislamannya. Menurutnya yang terpenting adalah proses perjuangannya berada di jalan Allah SWT.

Selain cerita kedua mualaf tersebut, ada Fransisca Oktavia Surya Putri, warga Sukoarjo yang kini bekerja di Yogyakarta. Wanita tersebut mengucapkan dua kalimat sahadat di hadapan ratusan jamaah masjid bersejarah tersebut. Saat ditanya Tribun Jogja, ia merasakan kesenangan yang belum pernah dialaminya.


"Deg-degan banget tadi. Tapi Alhamdulillah seneng. Kedepannya insya allah ingin mengetahui lebih banyak tentang Islam dan mendalaminya, juga menjalankan semua perintah Allah," jelas Fransisca. (abm)



Sumber: http://jogja.tribunnews.com/2016/06/30/kisah-seorang-mualaf-wanita-ini-dahulu-benci-islam-tapi-kini-mencintainya